RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Muhasabah Sebelum Bicara

Muhasabah Sebelum Bicara

diamMitraFM.com– Saudaraku, ucapan adalah cerminan isi hati. Bukankah teko hanya mengeluarkan isinya? Begitulah, siapa diri kita bisa sangat mudah dikenali dari ucapan-ucapan kita.

Bagi seorang mukmin ucapan punya standarnya sendiri. Sebab siapa yang berbicara tidak seperti layaknya seorang mukmin tentu tidak bisa dikatagorikan sebagai mukmin.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan tentang standar tersebut dalam sabdanya : “Bukanlah seorang Mukmin itu seorang yang suka mencela, tidak pula seorang yang suka melaknat, bukan seorang yang keji dan kotor ucapannya.” (HR. Bukhari)

Saudaraku, coba ukur diri kita dengan ukuran bukan bicara seorang mukmin yang disebut Nabi di atas. Adakah kita termasuk orang yang menjauhi keburukan-keburukan bicara seperti itu, atau malah melakukannya?

Sebut saja tentang suka melaknat yang diperingatkan Beliau, hal itu juga menunjukkan buruknya tingkat kejujuran iman seseorang.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “ Tidak pantas bagi seorang shiddiq untuk menjadi seorang yang suka melaknat.” (HR. Muslim)

Disebut pula oleh Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dalam sabdanya : “Orang yang suka melaknat itu bukanlah orang yang dapat memberi syafaat dan tidak pula menjadi saksi pada hari kiamat.” (HR Muslim)

Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, “Apabila seorang hamba melaknat sesuatu maka laknat tersebut naik ke langit, lalu tertutuplah pintu-pintu langit. Kemudian laknat itu turun ke bumi lalu ia mengambil ke kanan dan ke kiri. Apabila ia tidak mendapatkan kelapangan, maka ia kembali kepada orang yang dilaknat jika memang berhak mendapatkan laknat dan jika tidak ia kembali kepada orang yang mengucapkannya.” (HR. Abu Dawud)

Saudaraku, kita perlu sering-sering muhasabah. Bukan hanya atas yang telah kita lakukan tapi juga atas yang belum kita lakukan. Termasuk tentang bicara-bicara. Muhasabah sebelum bicara.

Ada sebuah nasihat penting tetang muhasabah sebelum beramal datang dari seorang salafus shalih Imam Hasan al Bashri. Beliau berkata : “Semoga Allah merahmati seorang hamba yang berhenti (untuk muhasabah) saat bertekad (untuk berbuat sesuatu). Jika (amalnya) karena Allah, maka ia terus melaksanakannya dan jika karena selain-Nya ia mengurungkannya.”

Bicara adalah berbuat. Dan setiap yang kita perbuat akan kita pertanggunggjawabkan. Pun juga dengan bicara-bicara kita. Alangkah meruginya jika ternyata bicara kita tidak memberi manfaat malah justru memberi kemudharatan.

Nah, itulah penting muhasah sebelum bicara. Bukankah sesuatu yang keluar dari lisan kita tak bisa ditarik lagi?

Mari bicara sebagaimana orang mukmin bicara! Wallahu a’lam. ( Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...