RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Jangan Lalai

Jangan Lalai

lalaiMitraFM.com– Saudaraku, mari dengar nasehat Muhammad bin Wasi’ suatu ketika.

“Apakah kalian heran, jika kalian melihat seseorang menangis di surga?” tanya Muhammad bin Wasi’ suatu ketika kepada orang-orang yang berada di sekitarnya. Mereka menjawab, “Tentu saja kami heran wahai Syaikh.” Kemudian Muhammad bin Wasi ’ mengatakan, “Seharusnya kita lebih heran bila melihat seseorang yang masih hidup di dunia, tertawa terbahak-bahak, sementara ia belum tahu bagaimana akhir perjalanannya di akhirat kelak.”

Deg. Ini nasehat jangan-jangan tertuju pada kita. Astaghfirullaha wa atubu ilaih, kita harus memperbanyak istighfar agar Allah mengampuni kelalaian-kelalaian kita selama ini.

Saudaraku,  Muhammad bin Wasi’ seorang salafus shalih ini mengingatkan kita tentang salah satu jerat syaitan yakni lalai.

Sungguh, begitu sering kita terjerat oleh jebakan syaitan ini, lalai. Tanpa terasa. Tanpa kita sadari. Kelalaian itu telah menyeret kita hingga begitu jauh kita meninggalkan Allah ‘Azza wa Jalla.  Ya, tanpa terasa.

Bisa jadi lalai bermula dari sebuah kesibukan, kemudian penundaan pelaksanaan, dan hingga tak terasa kita pun meninggalkan kewajiban. Sibuk bekerja misalnya, shalat wajib ditunda. Lama-kelamaan diakhirkan waktunya. Dan sampai titik akhir tak terasa kita begitu tanpa beban meninggalkannya.

Saudaraku, sadarilah bahwa lalai akan menyeret kita pelan-pelan untuk menjauh diri dari ketaataan. Mari bertanya pada diri, apa yang menghalangi kita untuk istiqamah mambaca al Qur’an tiap hari meski hanya beberapa ayat saja? Apa yang membuat kita tak lagi menghidupkan malam dengan qiyamul lail?. Apa yang menjadikan kita tidak begitu rindu dengan surga?

Jangan-jangan semua itu karena kelalaian (ghaflah). Ghaflah adalah penyakit yang menjangkiti hati agar hati rela dengan kondisi yang rendah, tenang dengan kemaksiatan, dan begitu mengikat mata dengan dunia. Dan, tak ada tempat lagi untuk akhirat.

Mari renungkanfirman Allah Ta’ala, “…Dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak mendapatkan petunjuk.” (QS. an Naml : 24)

Mohonlah kepada Allah agar dijauhkan dari sifat ghaflah, lalai. Wallahu a’lam.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...