RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Tawadhu’ dengan Ikhlas

Tawadhu’ dengan Ikhlas

IKHLASMitraFM.com– Saudaraku,  pernahkah diri bertanya tentang seberapa ikhlas hati ini dalam beriman dan beramal?

Ikhlas bermakna bersih dari kotoran dan menjadikan sesuatu bersih tidak kotor. Maka orang yang ikhlas adalah orang yang menjadikan agamanya murni hanya untuk Allah saja, hanya menyembah-Nya dan tidak menyekutukan dengan yang lain, tidak pula riya dalam beramal.

Ikhlas berarti niat mengharap ridha Allah saja dalam beramal tanpa menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Allah Ta’ala berfirman: “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (QS al Bayyinah: 5)

Dalam sebuah sabdanya Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali dilakukan dengan ikhlas dan mengharap ridha-Nya.”

Saudaraku, begitu pentingnya ikhlas bagi kita. Ia menjadi inti dan buah iman. Dalam beberapa keterangan hadits disebutkan, ikhlas memiliki banyak keutamaan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Ada tiga perkara yang menjadikan hati seorang mukmin tidak menjadi seorang pengkhianat, yaitu : ikhlas beramal karena Allah, memberikan nasihat yang baik kepada pemimpin kaum muslimin, dan senantiasa komitmen kepada jama’ah kaum Muslimin. (HR. Bazzar)

Dalam hadits lain disebutkan umat ini akan ditolong oleh Allah dengan orang-orang yang lemah, karena keikhlasan mereka.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan orang-orang yang lemah dengan do’a, shalat dan keikhlasan mereka.” (HR. Nasa’i)

Saudaraku, jika demikian betapa berhutangnya kita kepada orang-orang yang ikhlas. Dan, semestinya kini kitalah yang harus menjadi ikhlas.

Disebut pula oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang keutamaan orang yang ikhlas, yakni akan diangkat derajatnya, dialah orang yang ikhlas dalam tawadhu’.

Beliau bersabda : “Orang yang tawadhu` dengan ikhlas karena Allah, ia akan diangkat derajatnya oleh Allah.” (HR. Muslim)

Lalu siapa orang yang tawadhu’ itu?

Ibnu Hajar berkata : “Tawadhu’ adalah menampakkan diri lebih rendah pada orang yang ingin mengagungkannya.” 

Al Hasan Al Bashri berkata : “Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang muslim kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”

Dan, saatnya kita belajar tawadhu’ dengan ikhlas. Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...