RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Riya’ Sang Perusak

Riya’ Sang Perusak

riya'MitraFM.com– Saudaraku, apa yang kita inginkan dari amal-amal yang kita lakukan? Tentu saja ridha Allah Ta’ala dan balasan pahala yang melimpah. Namun ketahuilah bahwa hal tersebut hanya bisa didapatkan jika kita ikhlas dalam beramal. Ya, ikhlas, semata-mata hanya mengharap ridha dan balasan-Nya.

Sungguh, jika sedikit saja terbersit niat selain Allah bercampur dalam niat amal-amal kita, maka ia akan merusak kemurniannya. Ibarat pakaian putih ia telah ternoda. Hati-hatilah!

Saudaraku, ketahuilah, sebagian dari niat kita bisa saja tercampur dengan riya’, yaitu keinginan mencari perhatian manusia, ingin memperoleh pujian atas amal-amal shalih yang dilakukannya, atau mengharap pengagungan dan penghormatan dari orang yang melihatnya.

Al Qurthubi mengatakan, “Hakikat riya’ adalah mencari apa yang ada di dunia dengan ibadah dan pada asalnya adalah mencari posisi di hati manusia.”

Nah, benarkah kita melakukan riya’? Mari kita perhatikan tanda-tandanya!

Sesungguhnya riya’ mempunyai ciri dan tanda-tanda sebagaimana dikata Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Beliau berkata: “Orang yang berlaku riya’ memiliki tiga ciri, yaitu : dia menjadi pemalas apabila sendirian, dia menjadi giat jika berada di tengah-tengah orang banyak, dia menambah kegiatan kerjanya jika dipuji dan berkurang jika diejek.”

Saudaraku, kita harus berhati-hati dengan riya’. Begitu banyak keburukan riya’ yang dijelaskan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dalam berbagai bersabdanya.

Dalam satu riwayat disebutkan karena riya’ allah akan membuka air pelakunya.

“Barangsiapa memperdengarkan (menyiarkan) amalnya, maka Allah akan menyiarkan aibnya, dan barangsiapa beramal karena riya’, maka Allah akan membuka niatnya (di hadapan orang banyak pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari)

Riya’ begitu dikhawatirkan oleh Rasulullah dan kelak pelakunya disuruh meminta pahala kepada manusia.

Beliau bersabda : “Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil, yaitu riya’. Allah akan mengatakan kepada mereka pada hari Kiamat tatkala memberikan balasan atas amal-amal manusia “Pergilah kepada orang-orang yang kalian berbuat riya’ kepada mereka di dunia. Apakah kalian akan mendapat balasan dari sisi mereka?” (HR. Ahmad)

Dan, sungguh merugi orang yang riya’ sebab mereka tidak akan mendapat akhirat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sampaikan kabar gembira kepada umat ini dengan keluhuran, kedudukan yang tinggi (keunggulan), agama, pertolongan dan kekuasaan di muka bumi. Barangsiapa di antara mereka melakukan amal akhirat untuk dunia, maka dia tidak akan mendapatkan bagian di akhirat.” (HR. Ahmad)

Mari menjaga niat amal-amal kita agar jauh dari riya’, sebab akhir darinya adalah keburukan. Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasanah)

 

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...