RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Beginilah Ghibthah

Beginilah Ghibthah

ghibthahMitraFM.com– Saudaraku, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada hasad (iri) –yang dianjurkan- kecuali dalam dua perkara: (yaitu) orang yang diberikan pemahaman Al-Qur`an lalu dia mengamalkannya di waktu-waktu malam dan siang; dan orang yang Allah karuniai harta lalu dia menginfakkannya di waktu-waktu malam dan siang.” (HR. Muslim)

Inilah yang disebut para ulama sebagai ghibthah. Ghibthah adalah keinginan memperoleh kenikmatan seperti yang diperoleh orang lain, dan sama sekali tidak ada keinginan agar kenikmatan itu hilang dari orang yang mendapatkannya. Ya, ghibthah tidak disertaai rasa benci.

Saudaraku, dalam urusan dunia ghibthah hukumnya mubah. Ya, boleh dan sah sah saja misalnya seseorang ingin memiliki rumah, kendaraan, kebun dll sebagaimana orang lain memilikinya. Sekali lagi, tentu di dalam hati tidak boleh disertai kebencian atas apa yang diperoleh orang lain itu. Dan dengan catatan pula, ghibthah tidak boleh terlalu berlebih-lebihan. Jika berlebih-lebihan ia menjadi tercela. Berlebih-lebihan artinya menjadikan kita terlalu berharap dan berlomba-lomba.

Saudaraku, sementara dalam urusan akhirat ghibthah itu hukumnya mustahab (dianjurkan). Ghibthah dalam urusan akhirat akan menjadikan kita bersemangat dalam beramal. Abu Dzar al-Ghifari radhiyallahu ‘anhu bercerita, sebagian sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya itu telah pergi membawa pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bershadaqah dengan kelebihan harta mereka (sementara kami tidak bisa melakukannya).”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian sesuatu untuk bershadaqah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah shadaqah, setiap takbir adalah shadaqah, setiap tahmid adalah shadaqah, setiap tahlil adalah shadaqah, menyeru kepada kebaikan adalah shadaqah, mencegah dari yang munkar adalah shadaqah, dan persetubuhan salah seorang dari kalian (dengan istrinya) juga shadaqah.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jika di antara kami menyalurkan syahwat (kepada istri) juga mendapatkan pahala?” Beliau bersabda: “Bagaimana pendapat kalian, seandainya ia menyalurkannya pada yang haram, bukanlah itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menyalurkan pada yang halal, dia juga akan mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Begitulah potret orang-orang hebat dengan semangat ghibthahnya.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

 

Baca Juga

Mengenal Kitab Tafsir Ibn Katsir

MitraFM.com-Salah satu kitab tafsir paling terkenal adalah kitab tafsir Ibnu Katsir. Telinga kita sudah begitu ...