RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Mengajar Diri dan Keluarga

Mengajar Diri dan Keluarga

keluargaMitraFM.com– Saudaraku, salah satu tanggung jawab kita sebagai orang tua adalah memperlihatkan dan menunjukkan kebaikan. Inilah cara kita mengajarkan kebaikan kepada anak-anak . Sehingga kita patut bertanya,”Apa yang paling banyak mereka lihat dari yang kita lakukan?” Anak-anak kita lebih sering melihat kita membaca, menulis, menuntut ilmu, baca Qur,an, shalat jamaah, atau lebih banyak melihat kita tidur, main catur, memancing?

Muhammad al Ataki bercerita,”Aku pernah ikut bersama ayah dan saudaraku menemui Ibrahim al Harbi. Ia bertanya kepada ayahku,”Mereka ini anak-anakmu?” Ayahku menjawab, ”Iya.” Ia pun menasehati ayahku, “Hati-hatilah, jangan sampai mereka melihatmu melanggar larangan Allah.”

Saudaraku, sebagai orang tua kita memiliki tugas-tugas mulia. Lebih dari sekedar mengantarkan mereka lulus sekolah di berbagai jenjang pendidikan, melainkan mengantarkan mereka menjadi pribadi-pribadi shalih. Dan ini bukan tugas mudah. Butuh keseriusan dan perjuangan. Sungguh beruntung orang tua yang berhasil mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi shalih, cerdas dan punya arti bagi kehidupan.

Di sinilah kita mengajarkan mereka arti sebuah kesuksesan sebenarnya, yakni ketika mereka menjadi hamba Allah dan bermanfaat bagi kehidupan. Sejak dini kita mesti mengajarkan bukan prestasi akademik yang menjadi ukuran kesuksesan hidup. Bukan pula karir dan popularitas yang menjadi ukuran kebahagiaan hidup.

Saudaraku, bisa saja kebahagian itu hadir saat memiliki harta melimpah, di puncak karir, dalam popularitas atau saat berhasil menjuarai sebuah perlombaan. Ya, ada rasa bahagia tatkala hal-hal itu kita raih. Itulah sebabnya kita lihat ada orang-orang menangis bahagia saat berhasil meraih prestasi. Namun ketahuilah bahwa sumber kebahagiaan utama seorang hamba adalah keimanan. Inilah yang harus kita ajarkan kepada keluarga kita, agar meskipun hidup kita tidak bergelimang harta, popularitas, karir mentereng, dll kita tetap bahagia. Dengan iman kita kokoh menghadapi cobaan dan goncangan hidup. Tetap bahagia karena punya iman. Dan inilah keluarga berprestasi itu, tatkala ia berhasil mengajarkan kebahagiaan hakiki, keimanan.

Saudaraku, pelajaran penting yang tak boleh dilupakan adalah mengajarkan diri dan keluarga kita bahwa belajar itu seumur hidup. Kita harus belajar dan belajar terus. Sebab peran kita saat ini juga menuntut untuk diilmui. Peran sebagai orang tua (ayah atau ibu) misalnya, ia membutuhkan ilmu. Peran sebagai suami atau istri membutuhkan ilmu. Peran sebagai pemimpin membutuhkan ilmu. Peran sebagai professional membutuh ilmu. Apalagi peran kita sebagai seorang hamba Allah, ia sangat membutuhkan ilmu. Dan, ilmu kita pelajari untuk memandu kita menjalankan peran-peran dengan benar.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

 

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...