RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Belajar Merasa

Belajar Merasa

kakiMitraFM.com– Saat ditimpa masalah, musibah atau hal-hal yang tidak menyenangkan seringkali kita berkata, ”Ya Allah kuatkan aku atas ujian ini.”

Saudaraku, menyendirilah sesaat. Bicaralah dengan hati. Cobalah sesekali berpikir bahwa kenyataan yang kita rasakan bukan sebuah ujian, tapi teguran. Ya, sesekali merasalah kita sedang ditegur karena telah menyimpang dari aturan-Nya. Maka kita diluruskan. Atau begini, sesekali merasalah bahwa kita sedang dihukum karena melanggar aturan-Nya. Dengan demikian kita bisa berkata, ”Ya Allah ampunilah kesalahanku, istiqamahkan aku dalam petunjuk-Mu.”

Saudaraku, mari belajar dari orang-orang shalih tentang rasa peka. Orang-orang shalih dahulu, salafus shalih, begitu peka terhadap dosa-dosanya. Sampai ada yang berkata, “Tikus-tikus yang menganggu di rumahku karena dosa-dosaku.”

Sufyan Tsauri berkata, “Aku pernah tidak bisa shalat malam selama lima bulan karena satu dosa yang aku lakukan.” Temannya bertanya, “Dosa apa itu?” “Aku melihat seseorang menangis dan dalam hati aku berkata, ‘Orang itu menangis hanya untuk dipuji saja,’” jelas Sufyan.

Bandingkan dengan peryataan orang-orang kini, “Ya Allah apa dosaku, hingga Engkau memberi ujian seberat ini?”

Saudaraku, ujian berlaku bagi orang-orang shalih untuk meninggikan iman mereka. Sedangkan teguran berlaku bagi orang-orang yang menyimpang dari peringatan-Nya. Siapalah diri ini? Sungguh seandainya kita mau sedikit membuka kesadaran diri, sepertinya semua yang menimpa kita adalah teguran, bukan ujian.  Ya, karena kita belum layak disejajarkan dengan orang-orang shalih itu.

Saudaraku,  perlu barangkali sejenak kita bandingkan diri kita dengan orang-orang shalih itu, baik tentang ilmu maupun sikap kita.

Cobalah berdialog dengan diri :  “Duhai diri, engkau bukan siapa-siapa dibandingkan orang-orang shalih itu. Ilmu yang kau tahu tak ada seujung penanya. Masihkah berbangga hati, merasa tidak layak ditegur?”

Jauhkan diri dari merasa tidak berdosa, apalagi memuji diri sendiri. Imam Malik berkata,”Apabila seseorang itu memuji dirinya maka hilanglah cahayanya.” Wallahu a’lam. (Kang arits/ Muhasabah)

 

 

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...