RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Nafkah Halal Bukti Cinta

Nafkah Halal Bukti Cinta

nafkah cMitraFM.com– Saudaraku, nafkah haram itu membahayakan diri dan keluarga kita. Dunia akhirat.

Ya, makanan haram yang kita makan menyebabkan ibadah ditolak. Rasulullah saw bersabda : “Ketahuilah bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama 40 hari.” (HR. At-Thabrani)

Makanan haram juga menjadikan doa tidak dikabulkan. Rasulullah saw bersabda: “Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, “Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!” Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?” (HR Muslim).

Saudaraku, tahukah kita bahwa makanan haram menjadikan pemakannya layak di neraka. Rasulullah saw bersabda : “Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya.” (HR At Tirmidzi).

Belum lagi ia juga mengeraskan hati. Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, “Dengan memakan makanan halal.”

Makanan haram pula yang menjadikan sedekah ditolak. Rasulullah saw bersabda, “Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian menyedekahkannya, maka tidak ada pahala, dan dosa untuknya.” (HR Ibnu Huzaimah)

Saudaraku, bagaimana dengan nasib shalat kita? Ya, makanan haram menjadikan shalat tidak diterima. Rasulullah saw bersabda : “Barangsiapa yang membeli pakaian dengan harga sepuluh dirham di antaranya uang haram, maka Allah tidak akan menerima shalatnya selama pakaian itu dikenakan.” (HR. Ahmad)

Suap atau sogok dalam bahasa arab disebut riswah yang diartikan : “Apa-apa yang diberikan agar ditunaikan kepentingannya atau apa-apa yang diberikan untuk membenarkan yang salah atau menyalahkan yang benar .“

Nah, masihkah kita berani makan makanan dari hasil yang haram.

Akhir-akhir ini begitu banyak orang yang harus berususan dengan hukum karena perilaku haram yang sejatinya membahayakan diri dan keluarganya. Di dunia mereka terhina dan di akhirat celaka.

Satu diantara perilaku haram itu adalah suap.  Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam bersabda : “Allah melaknat orang yang memberi suap, dan yang menerima suap dan perantaranya.” (HR. Ahmad)

Maukah kita dilaknat Allah? Wallahu a’lamu bis shawwab. (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...