RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Mewaspadai Bangga Diri

Mewaspadai Bangga Diri

sombongSaudaraku, kedudukan setiap amal ada pada niat-niat yang menyertainya. Sungguh berbeda kedudukan orang yang bicara untuk meninggikan agama Allah dengan yang bicara untuk kemuliaan dirinya. Jelas sekali yang membedakannya, niat.

Begitu pula kedudukan orang yang menuntut ilmu. Ia juga tergantung niat-niat yang menyertainya.

Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa menuntut ilmu untuk mendebat orang yang bodoh atau menandingi para ulama atau untuk mencari perhatian manusia, maka Allah akan memasukkannya kedalam api neraka.” (HR. Tirmidzi)

Saudaraku, mari terus perhatikan niat kita. Jangan sampai niat-niat amal kita justru menenggelamkan amal-amal yang kita lakukan.

Dalam riwayat yang lain beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menuntut ilmu syar’i yang semestinya ia lakukan untuk mencari Wajah Allah, namun ia tidak melakukannya melainkan hanya mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya aroma surga pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)

Saudaraku, selanjutnya, perhatikan perasaan kita setelah punya ilmu. Jangan sampai karena ilmu dan pengalaman hidup yang banyak lantas diri merasa hebat dan tak pernah salah dalam berpendapat. Sungguh adakalanya pendapat-pendapat kita salah atau keliru.

Ya, tak ada jaminan pendapat kita selalu benar hanya karena kita berilmu dan pengalaman luas, bahkan meski diri seorang pemberi nasehat ulung atau motivator handal.

Saudaraku, bukan. Bukan bermaksud meremehkan ilmu, pengalaman dan kemampuan memotivasi. Ini hanya sebatas pengingatkan diri bahwa kita tak boleh berbangga dengan itu semua dan meremehkan setiap pendapat orang lain hanya karena merasa telah punya ilmu dan tak pernah salah.

Agar tidak berbangga dengan pendapat-pendapat diri mari dengarkan nasehat indah Imam Syafii : “Pendapat orang lain salah tapi mungkin mengandung kebenaran. Pendapatku benar, tapi mungkin mengandung kesalahan.” Walahu a’lamu bish shawwab.
(Kang Harits/ Muhasabah)

 

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...