RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Indahnya Akhlak Mulia

Indahnya Akhlak Mulia

akhlakMitraFM.com– Saudaraku, tak ada yang lebih indah melebihi akhlak mulia. Pribadi mulia tidak ditentukan oleh kelebihan-kelebihan yang ada pada diri manusia. Mulia bukan karena luasnya ilmu, banyaknya harta atau tingginya jabatan atau yang lainnya. Sungguh perhiasan dari itu semua adalah akhlak mulia.

Betapapun diri berlimpah kelebihan, namun jika pakaian diri adalah akhlak buruk, maka kita akan dijauhi oleh manusia. Betapa indahnya jika semua kelebihan yang ada dibungkus dengan pakaian akhlak mulia.

Saudaraku, salah satu dari pakaian buruk yang harus kita tinggalkan adalah kesombongan.

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. Rasulullah SAW bersabda:“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji dzarrah berupa kesombongan.” Seorang sahabat bertanya, (wahai Rasulullah SAW) bagaimana jika seseorang menginginkan pakaiannya bagus dan alas kakinya bagus? Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Adapun kesombongan adalah menentang kebenaran dan merendahkan manusia. (HR. Muslim)

Saudaraku, sombong inilah pakaian yang tidak layak dikenakan manusia. Biasanya sombong lahir karena merasa memiliki kelebihan. Apapun itu. Bisa jadi karena ilmu, harta, kelebihan fisik, dll. Padahal jika kita perhatikan mendalam, semua itu adalah anugerah Allah. Ilmu, Allah yang memberikan. Harta pun demikian. Usaha kita bukanlah sebab hadirnya harta. Ia semata-mata pemberiaan Allah. Pun juga fisik. Setiap kita tidak ada yang bisa menolak apa pun yang dianugerahkan Allah. Fisik ini pemberian Allah. Lalu mana yang milik kita? Layakkah kita sombong karena itu semua?

Saudaraku, sombong. Ia adalah sifat dan sikap tidak mau menerima kebenaran dan senantiasa merendahkan orang lain. Ya. Kebenaran itu telah jelas dihadapannya, tapi ia menolak dengan nafsu dan dikuatkan akalnya. Ia tahu betul bahwa itu benar. Namun ia mengingkarinya karena merasa tidak menguntungkannya. Misalnya, ia tahu dengan jelas riba atau zina itu haram. Bahkan ia paham juga akibat-akibatnya, tapi ia menolak tatkala diingatkan untuk dijauhinya, dan ribuan alasan ia ungkapkan.

Saudaraku, termasuk kesombongan pula jika kita merendahkan manusia. Nah, tatkala kita merasa lebih dan membanggakannya maka kita melihat orang lain kurang dan meremehkan atau merendahkannya. Itulah kesombangan. Ada perasaan diri ini lebih dan orang lain selalu dibawah kita. Sikap ini melahirkan sikap-sikap buruk berikutnya, misalnya menghina, melecehkan, menyepelekan, dll

Mari terus belajar memperbaiki akhlak diri. (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...