RADIO MITRA 97 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Kampungladu, Sidomulyo - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur 65317 - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Tawakkal yang Lurus

Tawakkal yang Lurus

tawakalMitraFM.com– Saudaraku, Allah Ta’ala berfirman, “Dan barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu cukup baginya.”
(QS. Ath Thalaq: 2-3)

Tawakkal adalah perkara besar dalam hidup. Sebab jika kita salah dalam bertawakkal (bersandar) pasti celaka. Dan, tawakkal yang benar adalah hanya kepada Allah Ta’ala.

Imam Ahmad mengatakan, “Tawakkal berarti memutuskan pencarian disertai keputus-asaan terhadap makhluk.”

Ya, tidak berharap sedikitpun kepada makhluk.

Ibnu Rajab Al Hanbali mengatakan, “Tawakkal adalah bersandarnya hati dengan sebenarnya kepada Allah Ta’ala dalam memperoleh kemashlahatan dan menolak bahaya, baik urusan dunia maupun akhirat secara keseluruhan.”

Saudaraku, bagaimana kekuatan tawakkal?  Ibnul Qayyim berkata, “Tawakkal adalah faktor paling utama yang bisa mempertahankan seseorang ketika tidak memiliki kekuatan dari serangan makhluk lainnya yang menindas serta memusuhinya. Tawakkal adalah sarana yang paling ampuh untuk menghadapi keadaan seperti itu, karena ia telah menjadikan Allah sebagai pelindungnya atau yang memberinya kecukupan. Maka barang siapa yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya serta yang memberinya kecukupan, maka musuhnya itu tak akan bisa mendatangkan bahaya padanya.”

Tawakkal kepada Allah juga menjadi kunci rizki.

Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar, dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Ahmad)

Saudaraku, tawakkal bukan berarti meniadakan usaha. Kita diperintahkan berbuat sekaligus bertawakkal. Berusaha dengan seluruh anggota badan dan bertawakkal dengan hati merupakan perwujudan iman kepada Allah Ta’ala.

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seorang laki-laki yang hanya duduk di rumah atau di masjid seraya berkata, “Aku tidak mau bekerja sedikitpun, sampai rizkiku datang sendiri”. Maka beliau berkomentar, “Ia adalah laki-laki yang tidak mengenal ilmu. Sungguh Nabi ShollAllahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah menjadikan rizkiku dalam bayang-bayang tombak perangku (baca: ghonimah)’. Dan beliau juga bersabda, ‘Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah memberimu rizki sebagaimana yang diberikanNya kepada burung-burung. Mereka berangkat pagi-pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.’ (HR. Tirmidzi)

Setiap muslim harus bersungguh-sungguh dalam berusaha disaat yang sama dia meyakini bahwa rizki telah dijamin Allah Ta’ala. Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasabah)

Baca Juga

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Bercita-cita keliling dunia? Keinginan itu bukanlah sebuah hal yang salah. Tapi sebelum mewujudkan keliling dunia, ...