RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Ketika Kaki dan Tangan Bicara

Ketika Kaki dan Tangan Bicara

allah-2MitraFM.com– Saudaraku,

Mengesankan diri orang baik itu melelahkan. Capek hati, makan hati. Mencitrakan diri seolah-olah orang shalih itu menipu diri. Rugi lagi.

Kalau mau baik dan shalih, ya sudah, baik dan shalih saja, selesai. Tak perlu meminta pengakuan manusia. Orang lain tahu atau tidak perbuatan baik kita, tak masalah, Allah Maha Tahu dan pasti akan memberi balasan atas setiap amal hamba-Nya.

Saudaraku,

Ya sudah, baik dan shalih saja. Tak perlu pura-pura. Sebab sepura-pura apapun pasti akan terbongkar dan dicatat tanpa cacat. Sejatinya setiap anggota tubuh kita tidak butuh kepura-puraan. Ia membutuhkan kepastian amal agar kelak bisa bersaksi tentang apa saja yang dilakukan.

Kaki ini butuh dilangkahkan ke masjid. Tangan ini butuh digerakkan untuk beramal shalih. Lisan ini perlu digunakan berdzikir dan membaca al Qur’an. Anggota badan ini butuh dibasuh wudhu’.

Begitu pula dengan mata ini. Ia butuh digunakan untuk memandang yang halal saja. Akal pun butuh digunakan berpikir kebaikan. Singkatnya, semua anggota badan ini butuh digunakan untuk beramal shalih dan ketaatan. Sebab kelak ia akan bersaksi.

Saudaraku,
Ada waktunya mulut kita dikunci. Setiap anggota tubuh disilakan bicara semua yang dilakukannya. Dan, ia tak akan berdusta!

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, “Suatu kali kami berada di sisi Rasulullah lalu tiba-tiba beliau tertawa, kemudian bersabda, “Tahukah kalian apa yang menyebabkan aku tertawa?” Kami menjawab, “ Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Lalu beliau bersabda, “Aku tertawa karena ada percakapan hamba terhadap Rabbnya, hamba itu berkata, “Wahai Rabbku! Bukankah engkau akan menjatuhkan hukuman kepadaku lantaran kedzaliman? Allah menjawab, “Ya tentu.”

Rasul melanjutkan sabdanya, lalu hamba itu berkata, “Kalau begitu aku tidak mau diberi sangsi kecuali ada saksi dari diriku sendiri, lalu Allah berfirman, “Cukuplah dirimu pada hari ini menjadi saksi atas dirimu sendiri, dan para Malaikat pencatat juga menjadi saksi.”

Lalu dikuncilah mulutnya kemudian dikatakan kepada anggota-anggota badannya, bicaralah kamu! Lalu anggota-anggota badan itu menceritakan tentang amal perbuatannya. Kemudian ketika dia dibebaskan dan bisa bicara lagi, ia berkata, “Celakalah kalian, padahal untuk kalianlah aku membela dan membantah.” (HR. Muslim)

Tak perlu pura-pura shalih. Shalih saja sekalian. Sebab kelak semua akan dibongkar.
Wallahu a’lam. (Kang Harits/ Muhasabah)

 

Baca Juga

Qadhi Iyas Membongkar Penipuan

MitraFM.com– Selain terkenal sebagai hakim yang cerdas, Iyas bin Muawiyah dikenal sebagai sosok pembela yang ...