RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Dauroh Intensif Ilmu Syar’i di Sudan

Dauroh Intensif Ilmu Syar’i di Sudan

mitrafm.com Dauroh Intensif Ilmu Syar'i di Sudan

MitraFM.com – Dauroh Intensif Ilmu Syar’i di Sudan. Mempersiapkan kader-kader ulama dan dai rabbani, bukanlah perkara yang mudah dan butuh pengorbanan besar. Selain membutuhkan proses panjang, juga membutuhkan komitmen tinggi dari berbagai pihak.

Atas dasar itu, mahasiswa Indonesia di Sudan yang mendapatkan beasiswa dari Laznas BMH menggelar Dauroh Intensif Ilmu Syar’i.

“Ini penting untuk para calon dai dan ulama ini sebagai bekal sebelum kembali menjalankan amanah dakwah di tanah air,” ungkap Muhammad Nabil Makarim selaku koordinator acara.

Dauroh tersebut dilaksanakan selama 40 hari terhitung dari 15 Januari hinggga 1 Maret 2017 di Karthoum Sudan, dengan beragam kajian ilmu syar’i. Di antaranya menghadirkan menotr Asy-Syaikh Al-Muhaddits Naji Al-Baqir Asy-Syaikh, ulama di bidang hadits.

“Inisiatif mahasiswa ini tentu sangat baik, dan oleh karena itu, BMH senantiasa berupaya mensupport setiap upaya peningkatan kapasitas keilmuan mereka yang kita harapkan bisa kembali berdakwah di Indonesia,” ungkap Dede H. Bachtiar selaku Direktur Pemberdayaan Laznas BMH Pusat.

Adapun maksud diselenggarakannya acara ini adalah untuk membentuk kader ulama dan dai yang berwawasan luas, ahli dalam berbagai bidang ilmu syar’i serta memiliki komitmen tinggi dalam berdakwah.

Bersama Laznas BMH, Zakat dan Sedekah Anda akan berikan kemaslahatan masa depan umat, rakyat, agama, bangsa dan negara. (herim/bmh)

Baca Juga

mitrafm.com Jangan Takut Berbagi

Jangan Takut Berbagi

MitraFM.com – Jangan Takut Berbagi. “Sebagian besar orang masih takut, ya takut untuk mengamalkan apa yang diyakini,” ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*