RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Headline » Dakwah di Daerah, Dari Kesasar Sampai Menaklukkan Rintangan

Dakwah di Daerah, Dari Kesasar Sampai Menaklukkan Rintangan

mitrafm.com Dakwah di Daerah, Dari Kesasar Sampai Menaklukkan Rintangan

MitraFM.com – Dakwah di Daerah, Dari Kesasar Sampai Menaklukkan Rintangan. Jika publik ibu kota mengeluhkan jalanan yang macet, maka para dai di daerah harus berhadapan dengan kondisi jalanan yang sangat menantang adrenalin.

Seperti jalur yang harus ditempuh para dai di Mamuju Sulawesi Barat kala hendak melakukan upgrading dan dakwah di daerah Tobadak 7.

“Kami berjalan kaki sepanjang 4 Km dengan kondisi jalan licin, terjal, di tengah hujan dan sebagian titik jalanan mengalami longsor,” ungkap Bashori sebagai dai tangguh BMH di Sulawesi Barat kala menuju Tobadak 7 (25/2).

Perjalanan ini ditempuh dalam rangka pembinaan dai-dai di Tobadak yang bertugas mendampingi masyarakat setempat untuk lebih dekat dengan Allah Ta’ala.

“Ini kami lakukan dalam rangka halaqah (upgrading) bulanan sekaligus rapat kerja daerah DPD Mamuju Tengah yang bertempat di Tobadak 7,” imbuhnya.

Dakwah di Pelosok Daerah

Dai Tangguh BMH berangkat ke Tobadak 7 bertiga, ada Ustadz Imron, Ustadz Aziz dan Ustadz Bashori. “Kami bertiga dan menggunakan kuda besi,” ungkap Aziz.

“Kala ketemu lumpur itu kita harus siap-siap, karena bukan saja bagaimana mendorong motor, tetapi juga tenaga dan kejelian memilih jalur yang pas bagi ban, kalau tidak, biar jalan kaki, kita bisa terjatuh,” papar Aziz.

Namun, naik motor itu harus dipilih ketika jalan benar-benar tidak bersahabat dengan roda empat.

“Awalnya kami pakai mobil, berangkat sore. Setelah terjebak banjir di perkebunan sawit, kami memilih jalur lain yang ternyata justru membuang kami hingga ke afdeling terjauh dan tengah malam kami ketemu camp karyawan untuk tanya jalan kembali. Jadi bukan bertanya jalan menuju tempat tujuan. Ini terpaksa kami lakukan setelah jalan di dekat pesantren dijebol untuk melancarkan jalan keluarnya air yang menggenang,” papar Ustadz Imron.

“Paginya kami coba lewat jalan Topoyo – Tobadak, kami hafal rutenya hanya terkendala kondisi lumpur yang luar biasa. Dari Topoyo kalau normal bisa 1 jam, tapi kalau kondisi begini (berlumpur) bisa jadi setengah hari untuk sampai ke tujuan,” imbuh Ustadz Imron.

Meski demikian, tantangan itu justru seperti bensin bagi kendaraan bermotor, semakin memacu semangat para dai dalam menjalankan amanah dakwah. “Pesan pendahulu kami, jika kita menolong agama Allah, Allah yang akan menolong kita,” pungkas Ustadz Imron. (sym/bmh)

Baca Juga

mitrafm.com Jangan Takut Berbagi

Jangan Takut Berbagi

MitraFM.com – Jangan Takut Berbagi. “Sebagian besar orang masih takut, ya takut untuk mengamalkan apa yang diyakini,” ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × five =