RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Ketika Cinta Tak Halal Menyapa

Ketika Cinta Tak Halal Menyapa

MitraFM.com– Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan potensi kehidupan juga naluri. Ada naluri melestarikan keturunan disamping naluri mempertahankan diri dan naluri beragama. Salah satu penampakan naluri melestarikan keturunan itu adalah rasa cinta pada lawan jenis. Kalau orang tua, cinta dan sayang pada anaknya. Pada anak pun ada naluri ini, yakni rasa cinta dan sayangnya pada orang tua, saudara, dan kerabat.

Rasa cinta pada lawan jenis adalah sesuatu yang normal. Malah tidak normal kalau cinta pada sejenis. Jatuhnya lesbi atau malah homo. Haramkan di dalam Islam?

Rasa cinta pada lawan jenis ini biasanya muncul ketika usia baligh. Biasanya diawali kagum pada orang yang membuat jatuh cinta. Banyak orang yang terjebak menuruti hawa nafsu cintanya ini dengan pacaran. Ada pula yang mampu menahannya hingga halal.

Rasulullah memberikan tuntunan bagi para pemuda yang siap menikah, segera menikah. Bagi yang belum siap, ia bisa berpuasa untuk menundukkan pandangannya dan menjaga kemaluannya.

Disinilah letak keagungan Islam. Islam tak membiarkan rasa cinta itu tumbuh liar. Maka, jika ada rasa cinta tak halal yang tumbuh di hati. Jika belum mampu menikah, berpuasa menjadi pilihan terbaik. Jika sudah mampu, tidak perlu menunda-nunda mewujudkannya dalam tali ikatan pernikahan.

Nah, saat ini ketika Islam tidak dijadikan aturan kehidupan, banyak yang terjebak pada ikatan cinta tak halal. Ada yang pacaran, mami-papian, adik-kakakan, TTMan, atau apalah namanya. Semuanya berujung pada aktivitas mengumbar cinta, kalau boleh dibilang cinta. Padahal, yang banyak adalah nafsu belaka.

Ada juga yang menyimpannya dalam diam. Hingga, ia terlena dengan cinta dalam diamnya ini dan tak mau beranjak untuk mencari cara bagaimana menghalalkannya.

Tengoklah kisah cinta Ali dan Fatimah Az Zahra. Cinta mereka dalam diam, bahkan menurut beberapa riwayat setan pun sampai tak tahu rasa hati mereka. Tapi, mereka tak terjebak hanya dalam do’a. Ali berusaha segenap daya mengumpulkan mahar hingga ia siap melamar putri Nabi yang mulia. Fatimah pun menjaga hatinya hingga ia menjadi istri seorang laki-laki mulia, Ali bin Abi Thalib.

“Maafkan aku, sebelum aku menikah denganmu aku mencintai seorang pemuda!”, ungkap Fatimah ketika ia sudah berada dalam biduk rumah tangga bersama Ali.

“Kenapa engkau tidak menikah dengannya? Apakah engkau menyesal menikah denganku?”, tanya Ali gusar

” Pemuda itu adalah engkau.”, jawab Fatimah tersipu.

Luar biasa bukan? Inilah cinta yang dibingkai dalam takwa. Cinta pada Allahlah yang menjadikan mereka tidak gagal fokus dalam meraih cinta hakiki, cinta karena Allah.

Jika kini ada rasa cinta tak halal yang mampir di hati. Pilihannya cuma 2, menikah atau menahannya dengan berpuasa. Jika puasa tak jua mampu mengendalika rasa, dzikir, do’a memohon cinta yang halal, dan alihkan perhatian pada kegiatan positif juga keislaman. Itu yang bisa dilakukan.

Indahnya jika rasa cinta tak halal itu segera tergantikan dengan rasa cinta halal dalam bingkai suci, ikatan pernikahan dalam ridho Illahi. Semoga segera terwujud! (Choirin Fitri/ MitraFM)

Baca Juga

Meraih Bahagia dengan Iman

MitraFM.com– Saudaraku, Kebahagiaan itu dekat. Sangat dekat. Tak perlu menghabiskan banyak waktu untuk meraihnya. Tak ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 3 =