RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Parenting » Anak » Potensimu, Potensiku Juga

Potensimu, Potensiku Juga

MitraFM.com– Pagi itu Ramadan belum tiba. Dapur masih mengepul. Mesin cuci masih meneriakkan suara berisiknya membersihkan baju kotor. Aku sendiri masih berjibaku dengan pekerjaan dapur yang belum usai.

Tiba-tiba, datang segerombol krucil-krucil. Anak tetangga dan putraku.

“Makan dengan duduk anak-anak! Allah nggak suka lho kalau kalian makan sambil berdiri,” seruku

“Umi, Allah kan nggak kelihatan?” tanya putraku.

“Deg,” jantung serasa berhenti berdetak seketika. Aneh, nggak biasanya ia bertanya seperti itu. 4 tahun aku kenalkan Allah padanya. Baru kali itu ia mempertanyakannya.

“Iya, Allah memang tidak kelihatan nak, tapi Allah melihat Mush’ab,” jawabku singkat.

“Oooo…” Satu kata tanda ia menerima jawabanku. Ia pun berlalu bergabung dengan kawan sepermainannya.

Pagi pun berlalu, siang datang. Siang pergi, sore hadir kembali. Gema adzan Maghrib saat itu sama persis dengan adzan Maghrib yang ditunggu umat Islam jelang berbuka puasa.

“Nak, segera ke Masjid sholat Maghrib sama Abi biar disayang Allah,” pintaku.

“Tapi, Allah kan nggak kelihatan mi?” pertanyaan tadi pagi ditanyakannya lagi.

Aku tersenyum, “Iya, Allah tidak kelihatan  tapi Allah melihat Mush’ab.”

Positif thinking ia akan menerima dan berlalu seperti tadi pagi. Eh, salah kira. Ia masih ngeyel, “Allah nggak keliatan mi.”

“Apa yang harus ku jawab,” batinku.

“Bismillah..” ucapku dalam hati. “Iya Nak, Allah tidak kelihatan tapi Allah melihatmu. Kalau Mush’ab ingin melihat Allah harus masuk Surga. Orang yang bisa masuk surga adalah orang yang sholeh, yang rajin sholat. Mush’ab sudah sholeh belum?” tanyaku retoris.

Aku mencoba mengamati raut wajahnya. Dia tersenyum manis. “Ayo, segera ikut abi ke Masjid sholat maghrib!” seruku.

Alhamdulillah, ia mau memahami dan berlalu mengikuti bapaknya. Heeemmm, anakku sudah besar ternyata. Ia mulai mempertanyakan keimanannya.

Ya, begitulah anak-anak. Iya harus memperoleh jawaban yang memuaskan dari setiap pertanyaannya. Apalagi jika menyangkut keimanannya. Maka, sejak usia dini dia harus benar pemahamannya.

Usut punya usut, Allah telah membekali manusia dengan potensi kehidupan sejak ia lahir ke dunia. Kebutuhan pokok seperti makan, minum, buang air besar, tidur, dll ada pada setiap manusia.

Selain itu manusia juga dibekali Allah naluri atau ghorizah, ada 3. Ghorizah baqo’, naluri mempertahankan diri seperti ketika anak terancam sesuatu ia menangis dan memeluk orang tuanya atau ketika ia marah saat mainannya direbut teman. Ghorizah nau’, naluri melestarikan keturunan. Nampak, ketika dua sejoli saling mencintai lanjut membangun bahtera keluarga, ortu yang sayang anaknya atau pun sebaliknya. Ada juga ghorizah tadayyun, naluri beragama atau mengagungkam sesuatu.

Putraku pun demikian. Ia punya naluri beragama. Hingga ia pun mulai mempertanyakan keimanannya.

Ah, ia pun sering berucap, “Aku sayang umi. Aku sayang abi. ” Inilah naluri nau’ yang ia punya.

Ia pun suka ngambek kalau kemauannya tidak segera dituruti. Ia juga lari sambil berteriak kalau ada kecoak imut yang coba mengganggu. Inilah contoh ghorizah baqo.

Kebutuhan pokok jika tak dipenuhi manusia akan mati. Sementara, naluri hanya akan membuat pelakunya gelisah jika tak dipenuhi. Baik kebutuhan pokok ataupun naluri, semuanya harus berjalan sesuai aturan Allah. (Choirin Fitri/ MitraFM)

 

Baca Juga

Kedermawanan Utsman bin Affan

MitraFM.com– Mungkin tak pernah terbayangbila satu bank di Saudi Arabia menyimpan rekening atas nama Utsman ...