RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Bukan Nurani Sembarang Hati

Bukan Nurani Sembarang Hati

MitraFM.com– Saudaraku,

Sakitnya fisik mudah dikenali. Jika suhu tubuh tinggi badan meriang, kepala pusing, makanan terasa pahit, kita tahu fisik sedang sakit. Buru-buru kita mencari obat atau pergi ke dokter. Ya, karena khawatir jika tak segera sembuh akan mengganggu banyak aktivitas.

Bagaimana jika hati yang sakit?

Mengenali hati yang sakit lebih sulit. Sebab umumnya kita tidak menyadari akan penyakit yang telah bersarang. Jika pun ada yang memberi tahu tentang sakitnya, diri menolaknya. Membela diri dengan berkata, “Kamu yang sakit.”

Ya, seringkali begitu, orang yang hatinya sakit tidak merasa dirinya sakit. Padahal sakitnya hati lebih berbahaya dari sakitnya fisik.

Saudaraku,

Orang yang hatinya sakit tidak memiliki kepekaan terhadap dosa. Perintah Allah diabaikan dan berani melanggar larangan-Nya. Mereka bermaksiat tanpa rasa bersalah apalagi menyesal. Itulah kondisi orang-orang yang hatinya sakit.

Sungguh, orang yang hatinya sakit tidak layak menimbang segala sesuatu dengan hatinya. Hatinya yang kotor tidak bisa memandang sesuatu dengan jernih. Apalagi atas sebuah kebaikan. Maka baginya tidak berlaku sabda nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menyebutkan, “Mintalah fatwa pada hatimu.”

Saudaraku,

Tidak semua hati layak dimintai fatwa. Hanya hati yang bersih dan dipenuhi dengan ilmu yang bisa merasakan dosa itu mengguncang dada dan kebaikan itu menenteramkan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:  “Wahai Wabishah, mintalah fatwa pada hatimu (tiga kali), karena kebaikan adalah yang membuat tenang jiwa dan hatimu. Dan dosa adalah yang membuat bimbang hatimu dan goncang dadamu. Walaupun engkau meminta fatwa pada orang-orang dan mereka memberimu fatwa.” (HR. Ahmad)

Saudaraku,

Petunjuk nabi agar meminta fatwa kepada hati tersebut bukanlah atas semua hati. Para ulama menyebutkan bahwa meminta fatwa kepada hati hanya berlaku bagi orang yang shalih, bukan pelaku maksiat yang hatinya kotor.

Orang yang shalih, yang hatinya bersih dan masih di atas fitrah, akan resah dan bimbang hatinya ketika berbuat dosa.

Al Munawi mengatakan, ”Mintalah fatwa pada hatimu‘, yaitu hati yang tenang dan hati yang dikaruniai cahaya, yang bisa membedakan yang haq dan yang batil, yang benar dan yang dusta. Oleh karena itu disini Nabi berbicara demikian kepada Wabishah yang memang memiliki sifat tersebut.”

Jika hati penuh penyakit, berupa was-was, ragu, dan bimbang terhadap apa yang Allah halalkan, maka hati semacam ini tidak boleh diikuti. Wallahu ‘alam.

 

Baca Juga

Waktu-waktu yang Mustajab

MitraFM.com– Manusia makhluk yang lemah. Ia tidak sanggup memikul beban hidupnya sendiri. Ia membutuhkan tempat ...