RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid yang mulia

Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid yang mulia

MitraFM.com– Wanita sholehah itu bernama Khadijah. Nama lengkapnya Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Ia berasal dari golongan pembesar di Mekkah. Khadijah al-Kubra memiliki ayah bernama Khuwailid bin Asad yang merupakan salah satu pemimpin terkemuka dan orang yang mempertahankan Hajar Aswad dari agresi raja Tubba di Yaman. Ibunya bernama Fatimah binti Za’idah berasal dari kabilah Bani Asad suku Quraisy. Sepupunya adalah Waraqah bin Naufal,  salah satu cendikiawan yang hanif dan mengetahui banyak hal. Waraqoh mempelajari semua kitab baik Taurat maupun Injil dan berguru pada orang-orang bijak.  Dia mengetahui kebenaran yang diceritakan Nabi Musa AS maupun Nabi Isa AS,  bahwa akan datang Nabi terakhir di akhir zaman. Ia mengetahui pula ciri-ciri Nabi terakhir tersebut. Sepupu Khadijah ini menolak menyembah berhala seperti yang dilakukan kaumnya.

Dua suami Khadijah sebelum Nabi Muhamad telah meninggal lebih dulu, masing-masing memberinya seorang putri yang diberi nama sama yaitu Hindun. Hindun yang pertama menjadi pencerita sejarah perkembangan Islam yang piawai. Sedangkan Hindun yang kedua adalah salah seorang sahabat Rasulullah.

Pernikahan Khadijah dengan Nabi Muhammad SAW

Suatu hari saat masih pagi buta dengan penuh kegembiraan Khadijah pergi ke rumah sepupunya yang bernama Waraqah bin Naufal.  Khadijah berkata, “Tadi malam aku bermimpi sangat menakjubkan. Aku melihat matahari berputar-putar di atas kota Mekkah,  lalu turun ke arah bumi. Ia semakin mendekat dan semakin mendekat.  Aku terus memperhatikannya melihat kemana ia turun.  Ternyata ia turun dan memasuki rumahku. Cahayanya yang sangat agung itu membuatku tertegun.  Lalu aku terbangun dari tidurku”.

Kemudian Waroqoh mengatakan, “Aku sampaikan berita gembira kepadamu, bahwa seorang lelaki agung dan mulia akan datang meminangmu. Ia memiliki kedudukan penting dan kemasyhuran yang semakin hari semakin meningkat”.  Tidak lama kemudian Khadijah ditakdirkan menjadi isteri Nabi Muhammad.

Hal yang menarik dari pernikahan antara Nabi Muhammad dan Khadijah, adalah Khadijahlah yang terlebih dahulu mengajukan permohonan meminang Beliau. Padahal, pada saat itu bangsa Arab jahiliyah memiliki adat, pantang bagi seorang wanita meminang pria. Meski begitu kemuliaan Khadijah tidak terkikis oleh apa yang dilakukannya. Pinangan Khadijah disampaikan oleh utusannya, Nafisah Binti Munyah melalui paman Muhammad yaitu Abu Thalib.

Khadijah menikah dengan Nabi Muhammad, ketika berumur 40 tahun,  sedangkan Nabi Muhammad saat itu masih berumur 25 tahun. Ada yang mengatakan usianya saat itu tidak sampai 40 tahun, hanya sedikit lebih tua dari Nabi Muhammad. Allah mengkaruniainya 6 orang anak, yaitu QasimAbdullahZainabRuqaiah,Ummi Kultsum, dan Fatimah.

Pengorbanan Khadijah mendampingi perjuangan Rasulullah SAW

Ketika malaikat turun membawa wahyu kepada Muhammad, Khadijah adalah orang pertama yang mengakui kenabian suaminya dan wanita pertama yang memeluk Islam. Ia termasuk as-Sabiqunal-Awwalun, orang pertama yang memeluk islam. Ia turut menenangkan hati Rasulullah dikala Nabi galau ketika wahyu pertama turun. Khadijah berkata,” Tidak demikian, tetapi bergembiralah.  Maka demi Allah, Allah takkan mencelakakan engkau selamanya. Engkau suka menyambungkan tali silaturahim dan selalu jujur dalam bicara, meringankan derita orang lain, menyantuni orang tak mampu, menjamu tamu, dan menolong orang lain untuk mendapatkan haknya.”

Sepanjang hidupnya bersama Nabi, Khadijah begitu setia menyertainya dalam setiap peristiwa baik suka maupun duka. Setiap kali suaminya ke Gua Hira’, Khadijah pasti menyiapkan semua perbekalan dan keperluan suaminya. Seandainya suaminya agak lama tidak pulang ke rumah, Khadijah akan melihat dan memastikan keselamatan Nabi Muhammad. Sekiranya Nabi Muhammad khusyuk bermunajat, Khadijah tinggal di rumah dengan sabar  hingga Beliau pulang. Apabila suaminya mengadu kesusahan serta berada dalam keadaan gelisah, beliau mencoba sekuat mungkin mententram dan menghiburnya, hingga suaminya benar-benar merasa tenang. Setiap ancaman dan penganiayaan pun mereka hadapi bersama.

Nabi Muhammad pun tidak menghiraukan berbagai ancaman dan propaganda yang datang dari kaum musyrikin. Karena disampingnya terdapat sang kekasih pilihan Allah, yang dengan setia mendampingi dan memperkuat aktivitas dakwahny. Hingga terasa ringan beban yang diemban dan ringan pula menghadapi cobaan apa pun yang dilakukan kaumnya.

Kemuliaan Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid 

Kepribadian Khadijah yang agung membuat Allah dan malikat Jibril menghaturkan salam padanya. Dari Abu Hurairah radliyallahuanhu berkata, ‘Jibril pernah datang kepada Nabi Shallallahu alaihi wa sallam lalu berkata, “Wahai Rosulullah, khadijah akan datang kepadamu dengan membawa bejana yang berisi cuka, makanan atau minuman. Apabila ia datang kepadamu, maka sampaikanlah salam kepadanya dari Rabbnya dan dariku. Dan berikan kabar gembira kepadanya bahwa ia berada dalam sebuah rumah di dalam surga yang terbuat dari mutiara yang berongga yang tidak terdapat kegaduhan di dalamnya dan tidak pula keletihan”. [HR al-Bukhori]

Rasulullah juga pernah bersabda, “Sebaik-baik wanita ahli Surga adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiyah binti Muzahim (istri Fir’aun), dan Maryam binti Imran.”. (HR. Ahmad).

Mengenai kemuliaan Khadijah yang lain, pernah Rasulullah tuturkn pada Aisyah, “Demi Allah, tidak ada ganti yang lebih baik darinya. Dia percaya padaku di saat semua orang ingkar, dan membenarkanku di kala orang-orang mendustakanku, menghiburku dengan hartanya ketika manusia telah mengharamkan harta untukku. Dan Allah telah mengaruniaiku dari rahimnya beberapa anak, saat istri-istriku tidak membuahkan keturunan.

Amul Khuzni, Tahun Kesedihan

Khadijah adalah tangan kanan Rasulullah yang senantiasa membantu beliau dalam menjalankan dakwah dan menyebarkan ajaran-ajarannya. Istri Rasul tercinta ini meninggal pada tahun ke-3 sebelum Hijrah di kota Makkah pada usia 65 tahun. Dikala ajal menjemputnya, Rasulullah menghampiri Khadijah sembari berkata, “Engkau pasti tidak menyukai apa yang aku lihat saat ini, sedangkan Allah telah menjadikan dalam sesuatu yang tidak engkau kehendaki itu sebagai kebaikan.”. Tahun meninggalnya Khadijah dikenal sebagai Amul Huzni, Tahun Kesedihan.

Saat pemakamannya, Rasulullah turun ke liang lahat dan dengan tangannya sendiri memasukkan jenazah Khadijah.  Wafatnya Khadijah merupakan satu musibah besar, di mana setelahnya diikuti berbagai musibah dan peristiwa yang datangnya secara beruntun.  Rasulullah tetap memikul beban dengan penuh ketabahan dan kesabaran demi mencapai ridha Allah SWT sepeninggal Khadijah istri tercintanya.

Sikap mulia penuh keteladanan dari Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwailid  hendaklah kita terapkan dalam kehidupan. Jangan pernah menyerah dan jangan pernah lelah untuk selalu membimbing, memberikan semangat dan menguatkan suami kapanpun ia membutuhkan. Benarlah  kata pepatah “Dibalik kehebatan suami, pasti ada sosok istri yang tak kalah hebat dibelakangya“. Karena itu,  jadilah wanita hebat dan shalihah.  InsyaAllah, kehidupan keluarga Anda akan lebih bahagia.

Baca Juga

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

MitraFM.com – Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus bergerak ...