RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Belajar Seperti Syukurnya Urwah

Belajar Seperti Syukurnya Urwah

MitraFM.com– Bersyukur atas yang tersisa, bukan menyesali yang tiada. Itulah potret mulia Urwah bin Zubair.

Ya, meskipun ia ditimba musibah yang besar, ia tidak menghitung yang hilang, namun melihat yang masih ada dan menyukurinya.

Urwah bin az-Zubair ditemani anaknya yang bernama Muhammad mendatangi Walid bin Abdul Malik. Ia adalah lelaki yang sangat tampan, suatu hari datang ke rumah al-Walid memakai pakaian bagus dengan dua jalinan rambut. Al-Walid berkomentar, “Beginilah seharusnya pemuda Quraisy berdandan.” Al-Walid merasa iri kepadanya. Sebentar kemudian Muhammad keluar dari rumah al-Walid dalam keadaan mengantuk, tiba-tiba ia terperosok ke dalam kandang hewan. Lalu hewan tersebut menginjak Muhammad hingga meninggal. Adapun Urwah, kakinya terkena infeksi.

Kemudian al-Walid memanggil dokter untuknya, dokter berkata, “Kalau kaki ini tidak dipotong maka infeksi akan menyebar keseluruh tubuh sehingga menyebabkannya mati.” Ia setuju untuk diamputasi, lalu dokter memotongnya dengan gergaji. Ketika gergaji itu diletakkan di kakinya, dokter menidurkan urwah di atas bantal beberapa saat, Urwah pun pingsan.

Ketika sadar wajah Urwah bercucuran keringat, sambil bertakbir dan bertahmid, ia mengambil potongan kaki itu dan menciuminya sambil berkata, “Apa yang menyebabkan kamu dipotong seperti ini? Sungguh Allah mengetahui aku tidak pernah menggunakannya pada hal-hal yang haram, tempat maksiat atau ke perbuatan yang tidak diridhai Allah.”

Kemudian ia meminta supaya potongan kaki itu dimandikan lalu diberi minyak wangi dan dikafani dengan selembar kain untuk dikuburkan di pekuburan umat Islam. Setibanya Urwah dari rumah al-Walid ke Madinah kawan-kawannya menemui dan berta’ziah dengan membaca ayat,

“Sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini.” (Al-Kahfi: 62).

Urwah tidak membalas ucapan tersebut tetapi dia berdoa, “Ya Allah sesungguhnya aku mempunyai tujuh anak laki-laki, salah seorang di antara mereka telah Engkau cabut nyawanya, aku masih memiliki enam anak. Ya Allah, selama ini aku memiliki empat anggota tubuh yakni dua tangan dan dua kaki, Engkau pun telah mengambil satu di antara empat anggota tubuhku itu. Kini, aku masih memiliki tiga anggota tubuh. Meski Engkau beri cobaan, sesungguhnya itu adalah kesejahteraan dan yang Engkau ambil, sejatinya Engkau mengabadikannya.”

Bandingkan dengan keadaan kita yang justru lebih banyak menyesali yang lewat atau yang pergi dan tidak bersyukur atas yang ada. Padahal yang tersisa masih begitu banyak.

Semoga Allah Ta’ala memberi kita hidayah dan ma’unahnya agar lebih bersyukur atas apa yang ada dan tidak menyesali apa yang tiada.

 

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...