RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Fatimah Az Zahra, Putri Kesayangan Rasulullah yang Bersahaja

Fatimah Az Zahra, Putri Kesayangan Rasulullah yang Bersahaja

MitraFM.com– Fatimah binti Muhammad atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra adalah putri ke 4 Rasulullah bersama Ummul Mukminin Khadijah binti Khuwalid. Fatimah lahir mendekati tahun ke 5 sebelum Muhammad diangkat menjadi Rasul. Saat itu bertepatan dengan peristiwa besar yaitu  ditunjuknya Rasulullah sebagai penengah ketika terjadi perselisihan antara suku Quraisy yaitu tentang siapa yang berhak meletakan kembali Hajar Aswad setelah Ka’bah diperbaharui.

Fatimah mendapat julukan Az-Zahra karena dia tidak pernah haid dan pada saat melahirkan nifasnya pun hanya sebentar. Dia juga dijuluki sebagai pemimpin para wanita penduduk surga.  Dalam kitab Fataawa adz-Dzahiriyyah di kalangan Hanafiyyah disebutkan bahwa
“Sesungguhnya Fatimah tidak pernah mengalami haid sama sekali saat beliau melahirkan pun langsung suci dari nifasnya yang sesaat agar tiada terlewatkan salat baginya karenanya beliau diberi julukan Az-Zahra”.

Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwasanya Fatimah adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah. Aisyah , misalnya mengatakan “Tidak ada yang mirip Rasulullah dalam cara berjalan dan bertutur kata kecuali Fatimah.”. Sementara Anas bin Malik dalam satu riwayatnya mengatakan “Fatimah sangat mirip dengan Rasulullah, kulitnya putih, dan berambut hitam.”.

Bukti Rasulullah sangat menyayangi Fatimah adalah setelah Rasulullah bepergian terlebih dahulu menemui Fatimah sebelum menemui istri-istrinya. Aisyah berkata ” Aku tidak melihat seseorang yang perkataannya  dan pembicaraannya yang menyerupai Rasulullah selain Fatimah. Jika ia datang mengunjungi Rasulullah, Rasulullah berdiri lalu menciumnya dan menyambut dengan hangat begitu juga sebaliknya yang diperbuat Fatimah bila Rasulullah datang mengunjunginya.”.

Rasulullah mengungkapkan rasa cintanya kepada putrinya takala diatas mimbar, ” Sungguh Fatimah bagian dariku. Siapa yang membuatnya marah berarti membuat aku marah”. Dan dalam riwayat lain disebutkan ” Fatimah bagian dariku, aku merasa terganggu bila ia diganggu dan aku merasa sakit jika ia disakiti.”.

Fatimah Az Zahra Pembela Sejati Rasulullah

Pada usia 5 tahun Fatimah ditinggal ibundanya Khadijah. Mau tidak mau dia menggantikan tempat ibundanya untuk melayani, membantu, dan membela ayahnya. Ia  juga menyaksikan kaum kafir melancarkan gangguan kepada ayahnya.

Suatu saat ketika Rasulullah sedang bersujud dalam salatnya di depan ka’bah Kaum quraisy berniat menghina beliau mereka menumpahkan kotoran unta ke wajah dan tubuh Nabi sehingga Rasul sesak napas dan tidak bisa bangkit. Ketika Fatimah yang masih belia mendengar kabar tersebut ia segera berlari mencari ayahnya. Tanpa rasa gentar Fatimah Az-Zahra menghampiri mereka dan menghardiknya. Ajib mereka merasa malu dan perlahan menyingkir..  Fatimah segera membersihkan kotoran unta pada tubuh ayahnya sambil menangis.  Rasulullah pun menghiburnya ”Jangan menangis wahai anakku. Susungguhnya Allah melindungi ayahmu.”.
Inilah satu fragmen yang menggambarkan keagungan dan ketabahan Fatimah Az-Zahra. Dengan setia Fatimah mendampingi Rasul. Ketika Rasul kehilangan istri tercintanya Khodijah ia  memainkan perannya sebagai penghibur. Ia pula yang menyongsong nabi setelah berdakwah pada penduduk tha’if namun  mereka menolak da’wah beliau. Fatimah pulalah yang menyeka darah dari wajah nabi yang terluka  saat perang uhud.

Pernikahan Fatimah Az-Zahra

Ketika usianya beranjak dewasa Fatimah Az-Zahra dipersunting oleh salah satu sepupu sahabat sekaligus orang kepercayaan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Pada hari itu pula para penghuni langit bergembira melihat pernikahan Ali dan Fatimah. Sungguh pernikahan yang sangat indah. Dengan bermahar baju besi yang dahulu di berikan oleh rasulullah kepada Ali kini baju besi itu menjadi mahar bagi anaknya.
Dari pernikahannya dengan Ali bin Abi Thalib Fatimah Az Zahra memiliki 4 anak. 2 putra Hasan dan Husain.Sedangkan yang putri Zainab dan Ummu Kultsum.  Hasan dan Husain sangat disayangi oleh Rasulullah. Sebenarnya ada satu lagi anak Fatimah Az Zahra bernama Muhsin tapi Muhsin meninggal dunia saat masih kecil.

Semasa hidupnya Ali bin Abi Thalib dan istrinya Fatimah Az-Zahra bisa saja hidup dengan mudah dan harta berlimpah karena mereka adalah putri dan menantu Nabi Muhammad SAW.  Namun hal itu tidak pernah mereka lakukan. Kesederhanaan hidup Ali bin Abi Thalib dan Fatimah Az-Zahra adalah sesuatu yang dijaga sebagai bentuk sikap istiqamah agar tidak mendewakan dunia. Rasulullah pun ikut terjun langsung menjaga akhlak keluarga buah hatinya.

Suatu hari Rasulullah datang mengunjungi Fatimah dan mencari cucu-cucunya. Fatimah menjawab “Pagi ini tidak ada sesuatu di rumah yang dapat dicicipi sehingga Ali mengatakan ’Saya akan pergi dengan keduanya ke rumah seorang Yahudi.”. Rasulullah kemudian menyusulnya dan melihat kedua cucunya sedang memainkan sisa kurma.  Rasul bertanya “Wahai Ali, mengapa engkau tidak menyuruh kedua anakku ini pulang sebelum mereka kepanasan?”. Ali menjawab “Pagi ini tak ada sesuatu pun yang kami miliki di rumah.  Bagaimana jika engkau duduk dulu wahai Rasulullah sampai aku mengumpulkan buah untuk Fatimah?”. Begitulah yang dilakukan Ali bin Abi Thalib pejuang Islam yang perkasa. Ia tak segan menimba air untuk seorang Yahudi dimana untuk setiap timba ia mendapat sebutir kurma. Setelah terkumpul cukup untuk ia dan keluarganya  ia pun kembali ke rumah.

Dalam kisah lain yang diceritakan Musa bin Ja’far ketika Fatimah bertemu dengan ayahnya, mengenakan kalung segera ayahnya berpaling darinya. Fatimah pun memutuskan kalung itu lalu melemparnya. Rasulullah pun gembira dan berkata, “Wahai Fatimah, engkau adalah dariku.”.  Tidak lama kemudian lewatlah seorang pengemis Rasulullah memberikan kalung Fatimah padanya. Kemudian beliau berkata, “Allah sangat marah kepada orang yang menumpahkan darahku dan menyakitiku lewat keturunanku.”.

Memang sangat menyakitkan bagi Rasulullah melihat Fatimah mengenakan perhiasan dunia sementara masih banyak kaum muslim yang papa. Asma binti Umais pernah bercerita ia sedang berada di rumah Fatimah ketika Rasulullah masuk dan beliau melihat kalung emas bertengger di leher Fatimah Az-Zahra. Sebenarnya Kalung tersebut diberikan oleh Ali. Rasulullah langsung berkata, “Anakku, janganlah engkau membuat orang-orang berkata, ’Fatimah binti Muhammad memakai pakaian kesombongan.”. Fatimah mencopot dan menjualnya hari itu juga. Hasil penjualannya ia gunakan untuk memerdekakan seorang budak wanita mukmin. Rasulullah sangat gembira ketika berita itu sampai kepadanya. Begitulah Rasulullah beserta keturunannya hidup. Dengan kesederhanaan, kebersahajaan, dan bahkan kemiskinan serta kelaparan.

Wafatnya Fatimah Putri Kesayangan Rasulullah

Setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam menjalankan haji wada’ ia melihat Fatimah Rasulullah menemuinya dengan ramah sambil berkata ” Selamat datang wahai putriku”. Lalu Rasul menyuruh duduk disamping kanannya dan membisikkan sesuatu sehingga Fatimah menangis dengan tangisan yang keras tatkala Fatimah sedih Rasul membisikkan sesuatu kepadanya yang menyebabkan Fatimah tersenyum.

Tatkala Aisyah bertanya tentang apa yang dibisikannya Fatimah menjawab ” Saya tak ingin membuka rahasia”.  Setelah Rasulullah wafat Aisyah bertanya lagi kepada Fatimah tentang apa yang dibisikan Rasulullah kepadanya sehingga membuat Fatimah menangis dan tersenyum. Lalu Fatimah menjawab ”Adapun yang ayah katakan kepada saya pertama kali adalahdia memberitahu bahwa sesungguhnya Jibril telah membacakan Al-Qur’an dengan hafalan kepada dia setiap tahun sekali sekarang dia membacakannya setahun 2 kali. lalu ayah berkata “Sungguh saya melihat ajalku telah dekat maka bertakwalah dan bersabarlah sebaik-baiknya pendahulu untukmu adalah Aku”. Maka akupun menangis yang engkau lihat saat kesedihanku.  Dan saat Dia membisikan yang kedua kali  Dia berkata  ”Wahai Fatimah apakah engkau tidak suka menjadi penghulu wanita-wanita penghuni surga dan engkau adalah orang pertama dari keluargaku yang akan menyusulku”. Kemudian saya tertawa.

Selepas 6 bulan sejak wafatnya Rasulullah Fatimah jatuh sakit namun ia merasa gembira karena kabar gembira yang diterima dari ayahnya. Tak lama kemudian ia pun beralih ke sisi Allah pada malam Selasa tanggal 13 Ramadhan tahun 11 H.

Baca Juga

Waktu-waktu yang Mustajab

MitraFM.com– Manusia makhluk yang lemah. Ia tidak sanggup memikul beban hidupnya sendiri. Ia membutuhkan tempat ...