RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Zuhudnya Salim, Cucu Umar

Zuhudnya Salim, Cucu Umar

MitraFM.com– Anak Umar bin Khathhab banyak, akan tetapi yang paling mirip dengannya adalah Abdullah. Abdullah bin Umar juga memiliki banyak anak, bahkan lebih banyak daripada anak ayahnya, dan yang paling mirip dengan Abdullah adalah Salim.

Tahun itu, khalifah Sulaiman berkunjung ke Mekah untuk berhaji. Pada saat melakukan thawaf, beliau melihat Salim bin Abdullah bersimpuh di depan Ka’bah dengan khusyu. Lidahnya bergerak kmembaca Alquran dengan tartil dan khusyuk. Sementara air matanya meleleh di kedua pipinya. Seakan ada lautan air mata di balik kedua matanya.

Usai tawaf dan shalat dua rakaat, khalifah berusaha menghampiri Salim. Orang-orang memberinya tempat, sehingga dia bisa duduk bersimpuh hingga menyentuh kaki Salim. Namun Salim tidak menghiraukannya karena asyik dengan bacaan dan dzikirnya.

Diam-diam khalifah memperhatikan Salim sambil menunggu beliau berhenti sejenak dari bacaan dan tangisnya. Ketika ada peluang, khalifah segera menyapa,

Khalifah: “Assalamu’alaika wa rahmatullah wahai Abu Umar.”

Salim: “Wa’alaikassalam warahmatullahi wabarakatuh.”

Khalifah: “Katakanlah apa yang menjadi kebutuhan Anda wahai Abu Umar, saya akan memenuhinya.”

Salim tidak mengatakan apa-apa sehingga khalifah menyangka dia tidak mendengar kata-katanya. Sambil merapat, khalifah mengulangi permintaannya: “Saya ingin Anda mengatakan kebutuhan Anda agar saya bisa memenuhinya.”

Salim: “Demi Allah, aku malu mengatakannya. Bagaimana mungkin, aku sedang berada di rumah-Nya, tetapi meminta kepada selain Dia?”

Khalifah terdiam malu, tapi dia tak beranjak dari tempat duduknya. Ketika shalat usai, Salim bangkit hendak pulang. Orang-orang memburunya untuk bertanya tentang hadis ini dan itu, dan ada yang meminta fatwa tentang urusan agama, dan ada pula yang meminta untuk didoakan. Khalifah Sulaiman termasuk di antara kerumunan itu. Begitu mengetahui hal tersebut, orang-orang menepi untuk memberinya jalan. Khalifah akhirnya bisa mendekati Salim, lalu berkata:

Khalifah: “Sekarang kita sudah berada di luar masjid, maka katakanlah kebutuhan Anda agar saya dapat membantu Anda.”

Salim: “Dari kebutuhan dunia atau akhirat?” Khalifah: “Tentunya dari kebutuhan dunia.”

Salim: “Saya tidak meminta kebutuhan dunia kepada yang memilikinya (Allah), bagaimana saya meminta kepada yang bukan pemiliknya?”

Khalifah malu mendengar kata-kata Salim. Dia berlalu sambil bergumam, “Alangkah mulianya kalian dengan zuhud dan takwa wahai keturunan al-Khaththab, alangkah kayanya kalian dengan AllahSubhanahu wa Ta’ala. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahi kalian sekeluarga.”

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...