RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Belajar Wara’

Belajar Wara’

MitraFM.com– Menjaga diri dari yang haram, bahkan dari yang subhat atau tidak berlebih-lebihan atas yang mubah, itulah wara’. Sifat mulia yang selalu dimilki orang-orang shalih.

Muhammad bin Sirin misalnya. Beliau seorang tabi’in yang dikenal sebagai orang yang wara’.

Dikisahkan, pernah ada seseorang yang berdusta dengan mengatakan bahwa Ibnu Sirin berutang dua dirham kepadanya. Beliau bersikeras tidak mau membayarnya, lalu orang itu menantang, “Engkau berani bersumpah?” Orang itu mengira beliau tak akan bersumpah untuk itu, namun ternyata Ibnu Sirin menyanggupi dan ia bersumpah.

Orang-orang berkata, “Wahai Abu Bakr, mengapa engkau rela bersumpah hanya karena uang dua dirham saja, padahal kemarin engkau abaikan harta sebesar 40.000 dirham karena engkau meragukannya sedangkan tidak ada orang yang meragukan kejujuranmu.”

Beliau menjawab, “Aku bersumpah karena tidak ingin dia makan harta yang haram, sedangkan aku tahu bahwa uang itu benar-benar haram baginya.”

Dikisahkan pula, jika ada orang yang berpamitan kepada Ibnu Sirin pergi berdagang beliau berpesan, “Wahai putra saudaraku, bertakwalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan carilah apa yang ditakdirkan untukmu dari jalan yang halal. Ketahuilah, kalaupun engkau mencari jalan yang tidak halal, engkau tidak akan memperoleh kecuali apa yang telah ditakdirkan untukmu.”

Ketika Umar bin Hubairah al-Farazi yang diangkat menjadi gubernur Irak, pernah meminta Ibnu Sirin menemuinya. Setelah pertemuan itu beliau dilepas kepergiannya seperti sambutan ketika datangnya, dengan penuh santun dan rasa hormat. Lalu dihadiahkan sekantong uang berisi 3000 dirham dari kas Negara, tapi sama sekali tak disentuhnya.

Bertanyalah anak saudaranya, “Apa yang menghalangimu untuk menerima hadiah dari amir itu?” Beliau berkata, “Dia memberi karena mengira aku orang baik. Bila benar aku baik, tidak pantas aku mengambil uang itu. Namun jika aku tidak seperti yang ia duga, tentu lebih layak lagi untuk tidak mengambilnya.”

Ibnu Sirin juga dikenal memiliki majelis nasihat. Jika seseorang menyebutkan keburukan orang lain di depannya, beliau segera mengingatkan kebaikan orang itu sepanjang pengetahuannya.

Suatu ketika ada seseorang memaki Hajjaj bin Yusuf setelah matinya, Ibnu Sirrin mendekati orang itu dan berkata, “Tahanlah wahai putra saudaraku, Hajjaj sudah kembali ke sisi Rabbnya. Saat engkau datang kepada Rabb-mu, akan kau dapati bahwa dosa terkecil yang kau lakukan di dunia lebih kau sesali daripada dosa yang dilakukan Hajjaj. Masing-masing dari kalian akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.”

Semoga Allah Ta’ala mudahkan kita untuk meneladani sifat mulia orang-orang shalih. Wallahu a’lam.

Baca Juga

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

MitraFM.com – Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus bergerak ...