RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Khansa’ binti Amru Ibu Empat Mujahid

Khansa’ binti Amru Ibu Empat Mujahid

MitraFM.com– Tamadhar binti Amru bin al-Haris atau lebih dikenal dengan nama Khansa’ adalah seorang wanita penyair tersohor. Syair demi syair indah terlantun dari lisan Khansa’. Satu diantara syair paling terkenal adalah yang dibacanya semasa jahiliyah ketika saudaranya Shakhr meninggal dunia.

Khansa meratap dengan ratapan yang sangat menyedihkan. itulah syair paling menyayat.

Saat kematian Shakhr Khansa’ bersyair

Menangislah dengan kedua matamu atau sebelah mata

Apakah aku akan kesepian karena tiada lagi penghuni di dalam rumah.

Kedua mataku menangis dan tiada akan membeku

Bagaimana mata tidak menangis untuk Shakhr yang mulia

Bagaimana mata tidak menangis untuk sang pemberani

Bagaimana mata tidak menangis untuk seorang pemuda yang luhur.

 

Hidayah datang menyapa Khansa ia datangi Rasulullah Shalalahu ‘alaihi Wassalam bersama kaumnyaBani Salim. Ia umumkan ke-Islamannya. Keislaman Khansa yang mantab menjadikan dirinya lambang cemerlang dalam keberanian kebesaran jiwa dan merupakan perlambang kemuliaan wanita muslimah.

Rasulullah pernah meminta kepadanya untuk bersyair maka Khansa pun bersyair. Rasulullah menyahut Wahai Khansa’ dan hari-hariku di tangan-Nya.

Telah dikumpulkan para penyair dan ternyata tidak didapati seorang wanita yang lebih ahli tentang syair daripada Khansa’.

Khansa’ memiliki kedudukan dan prestasi jihad yang mengagumkan dalam sejarah perjuangan Islam. Ia turut menyertai peperangan-peperangan bersama kaum muslimin dan menyertai pasukan mereka yang memperoleh kemenangan.

Kisah paling heroik adalah ketika Mutsanna bin Haritsah asy-Syaibani berangkat ke Qadisiyah di masa Amirul Mukminin Umar bin Khaththab. Khansa’ berangkat bersama keempat putranya untuk menyertai pasukan tersebut.

Di medan peperangan di saat malam ketika para pasukan sedang siap berperang Khansa’ mengumpulkan keempat putranya. Ia memberi pengarahan kepada putra-putranya dan mengobarkan semangat berperang. Khansa ingin mereka tidak lari dari peperangan dan berharap keempat putranya syahid di jalan Allah.

Khansa’ berwasiat

Wahai anak-anakku sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan ketaatan kalian telah berhijrah dengan sukarela dan Demi Allah tiada illah selain Dia sesungguhnya kalian adalah putra-putra dari seorang wanita yang tidak pernah berkhianat kepada ayah kalian.

Kalian juga tidak pernah memerlukan paman kalian tidak pernah merusak kehormatan kalian dan tidak pula berubah nasab kalian. Kalian mengetahui apa yang telah Allah janjikan bagi kaum muslimin berupa pahala yang agung bagi yang memerangi orang-orang kafir dan ketahuilah bahwa negeri yang kekal lebih baik dari negeri yang fana (binasa).

Kemudian Khansa membaca firman Allah Azza wa Jalla  Wahai orang-orang yang berfirman bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. al Qur’an surat Ali Imran ayat 20.

Maka kata khansa’ ketika datang waktu esok  jika Allah menghendaki kalian masih selamat persiapkanlah diri kalian untuk memerangi musuh dengan penuh semangat dan mohonlah kepada Allah untuk kemenangan kaum muslimin. Jika kalian melihat perang telah berkecamuk ketika api telah berkobar maka terjunlah kalian di medan laga  bersabarlah kalian menghadapi panasnya perjuangan niscaya kalian akan berjaya dengan ghanimah (rampasan perang) dan kemuliaan atau syahid di negeri yang kekal.

Sementara itu keempat putranya mendengarkan wejangan tersebut dengan seksama. Mereka keluar dari kamar sang Ibu dengan menerima nasihatnya dan tekad hatinya melaksanakan nasihat tersebut. Benar saja ketika datang waktu pagi mereka segera bergabung bersama pasukan dan bertolak untuk menghadapi musuh sedangkan mereka berangkat seraya melantunkan syair.

Anak paling besar bersenandung

Wahai saudaraku sesungguhnya ibunda telah berwasiat kepada kita kemarin malam dengan penjelasan yang tenang dan gamblang maka bersegeralah menuju medan tempur yang penuh bahaya Yang kalian hadapi hanyalah
kawanan anjing yang sedang menggonggong sedang mereka yakin bahwa dirinya akan binasa oleh kalian adapun kalian telah dinanti oleh kehidupan yang lebih baik ataukah syahid untuk mendapatkan ghanimah yang menguntungkan.

Kemudian dia maju berperang hingga syahid.

Lalu yang kedua bersenandung sesungguhnya ibunda yang tegas dan lugas
Yang memiliki wawasan yang luas dan pikiran yang lurus suatu nasihat darinya sebagai tanda berbuat baik terhadap anak maka bersegeralah terjun di medan perang dengan jantan hingga mendapatkan kemenangan penyejuk hati
Ataukah syahid sebagai kemuliaan abadi di Jannah Firdaus dan hidup penuh bahagia.

Kemudian dia maju berperang hingga syahid.

Lalu giliran putraKhansa’ yang ketiga bersenandung Demi Allah, aku tak akan mendurhakai ibuku walau satu huruf pun Beliau telah perintahkan aku untuk berperang Sebuah nasihat, perlakuan baik, tulus dan penuh kasih sayang. Maka, bersegeralah terjun ke medan perang yang dahsyat Hingga kalian dapatkan keluarga Kisra (kaisar) dalam kekalahan. Jika tidak, maka mereka akan membobol perlindungan kalian Kami melihat bahwa kemalasan kalian adalah suatu kelemahan  Adapun yang terbunuh di antara kalian adalah kemenangan dan pendekatan diri kepada-Nya.

Kemudian dia bertempur dan syahid.

Giliran putra al-Khansa’ terakhir bersenandung Bukanlah aku putra al-Khansa bukan pula milik al-akhram Bukan pula Amru yang memiliki keagungan. Jika aku tidak bergabung dengan pasukan yang memerangi Persia. Maju dalam kancah yang menakutkan Hingga berjaya di dunia dan mendapat ghanimah ataukah mati di jalan yang paling mulia.

Kemudian dia bertempur hingga syahid.

Ketika berita syahidnya empat bersaudara itu sampai kepadaal Khansa’ ia tidakgoncang ataupun meratap bahkan beliau berkata dengan perkataan yang masyhur yang dicatat oleh sejarah dan akan senantiasa diulang-ulang oleh sejarah sampai waktu yang dikehendaki Allah.

Khansa’ berkata Segala puji bagi Allah yang memuliakan diriku dengan syahidnya mereka dan aku berharap kepada Rabb-ku agar Dia mengumpulkan diriku dengan mereka dalam rahmat-Nya.

Umar bin Khaththab mengetahui betul keutamaan Khansa’ dan putra-putranya sehingga Umar senantiasa memberikan bantuan atas jatah keempat anak Khansa’ hingga wafatnya.

Baca Juga

Belajar Sehebat al Fatih

MitraFM.com– Dari sisi keshalihannya, Muhammad Al-Fatih disebutkan tidak pernah meninggalkan tahajud dan shalat rawatib sejak ...