RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Hilang Kebahagiaan

Hilang Kebahagiaan

MitraFM.com– Bahagia itu ketika kita memiliki segala yang kita inginkan. Misalnya, HP android keluaran terbaru, model motor terbaru, atau apapun lah. Sedih bukan kepalang jika baru sekian hari dipakai, barang kesayangan kita hilang entah kemana. Mondar-mandir mencari kesana kemiri pun tak mampu menemukannya. Mengabarkan berita kehilangan sudah dilakukan, barang kesayangan tak kunjung kembali.

Sedih, bermuram durja, bahkan mengumpat mungkin menjadi andalannya. Padahal, semua yang kita miliki toh hanya titipan. Hak pakai saja yang kita miliki, selanjutnya terserah pemilik sejatinya -Allah- barang itu mau dititipkan pada siapa lagi.

Tapi, masak iya gara-gara hilang barang, hilang juga kebahagiaan?

Teringat satu kisah:

Suatu hari seorang musafir mengalami kejadian buruk ditempat baik. Sengaja dia datang ke masjid menunaikan ibadah pada Allah. Tak ada perbuatan buruk yang dilakukannya ditempat suci itu. Bahkan doa yang dipanjatkan kepada Allah hanyalah kebaikan.

Seusai shalat, musafir itu keluar dari masjid. Ternyata sandal satu-satunya hilang dari tempat semula. Semua orang di sana telah ditanyai, tapi tak seorang pun yang mengetahui ke mana raibnya. Masjid itu dia kelilingi. Setiap inci diperhatikan, siapa tahu sandal itu terselip atau terlempar jauh. Namun, segala upaya tak menghasilkan apa-apa, sandalnya raib entah siapa yang mengambilnya.

Bagaimana dia akan melanjutkan perjalanan jauh tanpa alas kaki? Sementara itu, dia tak punya cukup uang untuk membeli sandal baru. Di zaman itu sandal adalah barang yang sangat mewah, hanya segelintir orang yang sanggup memilikinya.

Musafir malang itu pun menangis tersedu-sedu di pelataran masjid. Kesedihannya amat mendalam hingga tak malu meneteskan air mata didepan umum. Namun, tak seorang pun datang menghiburnya, sekadar bertanya penyebab kesedihannya. Dia betul-betul sendirian menghadapi masalahnya.

Tangisannya terhenti saat sesosok istimewa melintas dihadapannya. Orang itu tersenyum sangat indah hingga orang lain merasakan kedamaian. Senyuman itu bahkan menghentikan tangisan orang yang tengah bersedih. Hal yang mengagetkan, ternyata sosok yang menakjubkan itu tidak punya kaki sama sekali alias buntung.

Musafir itu bergumam, “Dia yang kehilangan dua kaki saja masih bisa tersenyum bahagia. Dia bahagia dengan takdirnya. Sementara aku yang hanya kehilangan sandal malah berduka cita. Bukan cuma sandal yang hilang tapi juga kebahagiaanku.”

Baca Juga

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi

MitraFM.com – Juara 1 di Kabupaten, Santriwati ini Melaju ke Hifdzil Quran Tingkat Propinsi. Torehan prestasi menjadi ...