RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Mengenal Ulama Besar Hadits dan Karya Imam al Bukhari – Shahih al Bukhari

Mengenal Ulama Besar Hadits dan Karya Imam al Bukhari – Shahih al Bukhari

MitraFM.com– Kitab Shahih Imam al Bukhari adalah kitab hadis paling populer. Di antara ulama berkata tidak ada kitab yang lebih sahih setelah al-Qur’an selain kitab Shahih al Bukhari.

Imam Bukhari

Imam Bukhari lahir pada hari Jum’at 13 Syawal 194 H (810 M), di Bukhara, Uzbekistan. Nama beliau Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah al-Ju’fi al-Bukhari. Ayahnya, dikenal sebagai ulama ahli hadits yang pernah berguru kepada beberapa tabi’in dan tabiut tabi’in, seperti Imam Malik bin Anas, dan Imam Abdullah bin Al-Mubarak.

Pecinta Ilmu yang Cerdas

Sejak kecil Imam Bukhari dianugerahi kecerdasan yang luar biasa. Ketika usianya menginjak 10 tahun, Imam al Bukhari mulai belajar dan menghafal hadits. Merasa tak cukup dengan sekedar berguru di desanya, ia pun mulai mendatangi tokoh-tokoh ahli hadits di sekitar desanya.

Saat usia 16 tahun, nama Muhammad bin Ismail Al-Bukhari mulai dikenal di kalangan muhaditsin sebagai pemuda yang cerdas yang telah hafal Al-Qur’an dan beberapa kitab hadits yang ditulis Imam Abdullah bin Al-Mubarak dan Imam Waki’ (guru Imam Syafi’i), ahli hadits pada masanya.

Belajar di Tanah Suci

Tahun 210 H, Muhammad al-Bukhari diajak menunaikan ibadah haji oleh ibunya. Selama perjalanan hajinya ia belajar kepada banyak ulama. Ketika sang ibu kembali ke Bukhara, Muhammad al-Bukhari tetap tinggal di Mekkah. Di sini ia berguru kepada ulama ahli hadits pada masa itu, seperti Al-Walid, Al-Azraqi, dan Ismail bin Salim. Ia juga mengunjungi kota Madinah, menemui anak cucu para sahabat Nabi SAW dan mendengarkan hadits dari mereka.

Menghimpun Hadits

Setelah cukup belajar di Tanah Suci Muhammad al Bukhari mengembara mencari alhi hadits dan berguru. Selama pengembaraan yang disebut terlama dalam sejarah mencari hadits ini Muhammad al Bukhari menulis beberapa buku tentang hadits. Di antaranya Al-Adab Al-Mufrad, Ra’fu Al-Yadain fii As-Shalah, Birru Al-Walidain, At-Taariikh Al-Ausat, Ad-Dhuafa’, Al-Asyribah, dan Al-Hibah.

Selama 16 tahun mengembara Imam Bukhari berhasil menghimpun sekitar 600.000 hadits, yang diperolehnya dari puluhan negeri dan ribuan guru. Setelah diadakan penyeleksian, menurut perhitungan Ibnu Shalah dan Imam Nawawi, terjaring 7.275 hadits yang dianggap shahih. Jumlah itu termasuk pengulangan hadits dalam beberapa bab berbeda. Sedangkan bila tanpa pengulangan, tercatat sekitar 4.000 hadits.

Wallahu a’lam b ash-shawab

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...