RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Mengenal Ulama Besar Hadits dan Karyanya Imam Muslim – Shahih Muslim

Mengenal Ulama Besar Hadits dan Karyanya Imam Muslim – Shahih Muslim

MitraFM.com– Kitab Shahih Musim merupakan kitab hadits terbaik setelah Shahih al Bukhari. Shahih Muslim di susun oleh Imam Muslim.

Imam Muslim

Imam Muslim adalah Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al-Qusyairi an-Naisaburi. Beliau lahir di Naisabur pada tahun 206 H.

Berguru Banyak Ulama

Imam Muslim belajar hadits sejak kecil, sekitar tahun 218 H. Sejak usia 12 tahun itu Muslim pergi ke Hijaz  Irak , Syam,  Mesir dan negeri-negeri lainnya.

Imam Muslim gemar menjumpai ulama-ulama besar untuk berguru hadits kepada mereka. Di Khurasan Muslim berguru kepada Yahya bin Yahya dan Ishak bin Rahawaih. Di Ray ia berguru kepada Muhammad bin Mahran dan Abu ‘Ansan. Di Irak ia belajar hadits kepada Ahmad bin Hambal dan Abdullah bin Maslamah. Di Hijaz Muslim belajar kepada Sa’id bin Mansur dan Abu Mas’Abuzar. Di Mesir berguru kepada ‘Amr bin Sawad dan Harmalah bin Yahya dan kepada ulama ahli hadits yang lain.

Muslim beberapa kali mengunjungi Baghdad untuk belajar kepada ulama-ulama ahli hadits. Kunjungan terakhir Muslim di tahun 259 H. Ketika Imam Bukhari ke Naisabur, Muslim sering datang kepadanya untuk berguru sebab ia mengetahui jasa dan ilmunya.

Shahih Muslim Berkharakter Khas

Kitab Shahih Muslim merupakan kita utama karya Muslim. Meskipun demikian Imam Muslim memiliki karya lain yang cukup penting dan banyak. Dibanding kitab-kitab hadits shahih lainnya, kitab Shahih Muslim memiliki karakteristik tersendiri.  Imam Muslim banyak memberikan perhatian pada ekstraksi yang resmi. Beliau bahkan tidak mencantumkan judul-judul setiap akhir dari satu pokok bahasan. Disamping itu, perhatiannya lebih diarahkan pada mutaba’at dan syawahid.

Imam Muslim memiliki metode penyusunan kitab hadits yang khas. Imam Muslim tidak mengungkap fiqih hadits, namun mengemukakan ilmu-ilmu yang bersanad. Beliau meriwayatkan setiap hadits di tempat yang paling layak dengan menghimpun jalur-jalur sanadnya di tempat tersebut. Hal ini berbeda dengan Imam al-Bukhari yang memotong-motong suatu hadits di beberapa tempat dan pada setiap tempat beliau sebutkan lagi sanadnya.

Dalam Sahih Muslim dan kitab-kitab lain karyanya, Imam Muslim tidak memasukkan hadits-hadits yang diterima dari Az-Zihli dan al Bukhari meskipun keduanya adalah guru yang sangat dihormatinya.

Wallahu a’lamu bi ash shawwab

 

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...