RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Cinta dalam Diam

Cinta dalam Diam

MitraFM.com– Cinta itu bukan bicara tentang aku dan kau. Bukan juga bicara antara kita. Atau sekedar berucap aku cinta kamu. Cinta itu lebih dari itu.

Cinta itu terkadang tak perlu terucap. Apalagi tertulis lewat selembar surat. Atau diunggah lewat berbagai status di media sosial yang butuh pengakuan jempol. Cinta itu, lebih dari itu.

Manisnya cinta tak semanis gula. Ia pun tak semanis madu. Atau semanis segala yang rasanya manis di setiap piring yang terhidang. Cinta, lebih manis dari semua itu.

Ada cinta yang tak diketahui sejak kapan munculnya. Rasanya pun tak bisa dilukiskan oleh seorang pelukis sekelas Leonardo Da Vinci, pelukis senyum Monalisa yang melegenda. Keindahannya pun tak bisa disajakkan oleh seorang yang paling puitis sekalipun. Keanggunannya tak mampu terpotret mata telanjang. Dialah cinta dalam diam.

Ya, cinta dalam diam sangat lirih bisikannya. Mengukir, mengalun, mengalir dengan lirih tapi menebarkan wangi yang membumi. Mungkin hanya hati dan Tuhannya yang tahu.

Ada putri tercinta Rasul disana. Ada menantu dambaan sepanjang zaman dalam bait kisahnya. Bersatunya dua insan istimewa yang menjalani setiap penggal kisah cintanya.

Rahasia cinta dalam diam itu pun terbongkar. Bukan tanpa disengaja. Tapi, begitulah adanya.

Ketika 2 sejoli terikat bingkai suci. Seorang wanita mulia, Fatimah Az Zahra mengungkap tabir cintanya, “Maafkan aku! Karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya.”

Sang suami tertegun. Lidahnya keluh. Wanita yang didamba sejak lama kini telah sah sebagai pendampingnya. Kekasih hatinya mencintai pemuda yang entah siapa ia. Hanya satu tanya yang mampu terucap, “Siapa ia? Apakah engkau menyesal menikah denganku?”

Senyum bidadarinya mengembang. Wanginya tercium. Lirih ia berbisik, “Pemuda itu adalah engkau.”   

Baca Juga

Kenikmatan Dibalik Kenikmatan

MitraFM.com– Tak ada kenikmatan melebihi nikmat iman. Sangat beruntung orang-orang beriman karena dengan imannya ia ...