RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Kedermawanan Utsman bin Affan

Kedermawanan Utsman bin Affan

MitraFM.com– Mungkin tak pernah terbayangbila satu bank di Saudi Arabia menyimpan rekening atas nama Utsman bin Affan.

Rekening atas nama Utsman tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf Arab Saudi. ‘kekayaan’ Usman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

Kisah rekening Utsman berawal sumur Raumah yang diwakafkan semasa awal hijrah ke Madinah.

Kala itu, Madinah dalam kondisi paceklik. Masyarakat sulit mendapatkan air bersih untuk minum maupun berwudhu.

Keadaaan ini tentu saja sangat menyulitkan kaum Muhajirin. Lantaran mereka terbiasa hidup dengan air zam-zam melimpah di Kota Mekah.

Satu-satunya sumber air yang bisa diandalkan saat itu adalah sumur Raumah. Kondisi ini dimanfaatkan pemiliki sumur, seorang Yahudi untuk memperjualbelikan airnya. Masyarakat Madinah diwajibkan membeli dan antre untuk mendapatkan air dari sumur Raumah.

Mendengar hal itu, sahabat nabi yang dermawan, Khalifah Utsman bin Affan berusaha membebaskan sumur tersebut dari pemiliknya. Beliau mendatangi rumah pemilik sumur dan menawarnya dengan harga yang tinggi.

Namun sang pemilik tak ingin menjual sumurnya. Utsman tetap berteguh hati dan kembali menawar sumur itu dengan harga yang lebih tinggi.

Hingga akhirnya, Utsman menawarkan jalan keluar kepada pemilik sumur dengan cara membeli setengah dari sumur itu. Mendengar tawaran itu pemilik Yahudi langsung menerimanya dengan anggapan dirinya akan mendapat untung dua kali lipat.

Kesepakatan tersebut dilakukan dengan aturan kepemilikan sumur secara bergantian. Satu hari dimiliki Utsman dan satu hari dimiliki Yahudi.

Saat tiba gilirannya, Utsman meminta kepada seluruh penduduk Madinah untuk mengambil air secara gratis dari sumur dan mengambilnya dengan ukuran banyak agar cukup untuk persediaan dua hari. Karena keesokan harinya sumur tersebut akan berganti pemilik.

Esok harinya, sumur tersebut sepi tanpa pembeli karena penduduk masih memiliki cadangan air. Akibat kondisi ini, si Yahudi pemilik sumur mendatangi Utsman dan memintanya untuk membeli separuh lagi sumur miliknya. Akhirnya dibelilah separuh sumur tersebut dengan harga yang sama pada saat pembelian pertama, yakni 20.000 dirham.

Sumur Raumah pun menjadi milik Utsman sepenuhnya. Setelah itu beliau mewakafkan Sumur Raumah untuk kepentingan para penduduk. Siapapun diperbolehkan mengambil air dari sumur itu termasuk pemilik lamanya, si orang Yahudi.

Seiring berjalannya waktu, area di sekitar sumur banyak ditumbuhi pohon kurma yang terus bertambah jumlahnya. Saat ini diperkirakan ada sekitar 1.550 pohon kurma di sana.

Pohon-pohon kurma itu kini dikelola oleh Departemen Pertanian Arab Saudi. Kurma-kurma yang dihasilkan dijual oleh Departemen Pertanian ke pasar-pasar dan setengah hasil penjualan kurma diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin.

Setengah pendapatan lagi disimpan pemerintah Saudi pada salah satu bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan. Uang simpanan di rekening tersebut telah digunakan untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel bintang 5 yang cukup besar di salah satu kawasan strategis dekat Masjid Nabawi.

Untuk mengenang kedermawanan sang khalifah, hotel ini pun diberi nama Utsman bin Affan.

Baca Juga

Kenikmatan Dibalik Kenikmatan

MitraFM.com– Tak ada kenikmatan melebihi nikmat iman. Sangat beruntung orang-orang beriman karena dengan imannya ia ...