RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Parenting » Anak » Andai Anakku Robot

Andai Anakku Robot

MitraFM.com– Aku membayangkan, “Andai anakku robot,”. Betapa nikmatnya. Tinggal diset agar ia bisa melakukan semua yang kumau. Makan, minum, tidur, bangun tanpa rengekkan. Perilakunya selalu tertata dengan baik. Tak perlu berteriak ataupun menangis ketika meminta sesuatu.

Ah, andai anakku robot. Mudah sekali aku mendidiknya. Tinggal ku set agar ia bisa melakukan semua kebaikan tanpa kesalahan. Ia bisa bermain dan membersihkan mainannya sendiri. Ia tak akan berebut bola atau mainan lain dengan temannya. Ia pun hanya akan berucap yang baik-baik karena memori yang ditancapkan bisa dipastikan yang terbaik.

Ya, masih berandai-andai. Andai Anakku robot. Betapa mudahnya mengarahkan ketaatannya. Ia mudah menyebut Allah dan berbagai dzikir lainnya. Ia bisa mengaji layaknya seorang hafiz tanpa susah payah mengulangnya. Tinggal diset mau menjadi penghafal Al Qur’an seperti siapa. Sholatnya pun akan sempurna mulai takbir hingga salam.

Andai anakku robot. Kukira tak perlu banyak uang untuk menyekolahkannya. Ya, ia cukup diset menjadi anak cerdas. Ia mampu memenangkan berbagai olimpiade tanpa susah payah belajar. Atau ia mampu menuruti segala obsesi yang selama ini belum terwujud.

Namun, lamunanku buyar. Pikiranku kembali melayang ke dunia nyata. Ia bukan Astroboy, robot anak-anak yang difilm kartunkan itu. Ia nyata. Anakku manusia yang sesungguhnya. Ia Allah ciptakan dengan segala keunikannya.

Bersyukur. Ya, syukur Alhamdulillah anakku bukan robot. Aku bisa melihat tingkah dan senyum manisnya yang alami ketika sambut kedatanganku. Aku  bisa merasakan pelukan hangatnya ketika ia merasakan satu kekhawatiran. Aku pun masih bisa mendengar jerit tangisnya karena ketidaknyamanan atau rasa sakit yang ia coba tahan.

Sebuah nikmat yang luar biasa, anakku bukan robot. Teriakan dan tawa riangnya ketika bermain masih terdengar jelas. Terlihat lucu ketika jemarinya belajar makan, minum, memakai pakaian, dan melakukan banyak hal sendiri. Ia pun masih belajar sholat dengan sempurna.

Ah, untung ia bukan robot. Aku bisa menikmati setiap detil tumbuh kembangnya dari waktu ke waktu. Andai anakku robot, tak mungkin aku bisa menikmati warna-warni hidup bersamanya. Ya, andai anakku robot tentu hidup bersamanya akan terasa sangat membosankan. Layaknya boneka mati yang takkan menolak segala keinginan.

Andai anakku robot, tak ada pahala yang mampu teraih karenanya. Beruntung sekali aku, Allah menciptakannya sebagai manusia biass. Dinanti sekian waktu dalam doa dan harap. Sejak dalam rahim, lahir, balita, anak-anak, remaja, dewasa hingga seterusnya ia adalah manusia. Anak bukan robot. Itulah nikmat dan tantangannya.

PR terbesarnya adalah mendidiknya sesuai sabda Rasul,“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, lalu kedua orangtuanya yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi.” (HR. Baihaqi). (Choirin Fitri/Mitra 97FM)

 

Baca Juga

Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam

Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam

MitraFM.com – Makanan Pokok untuk Suku Anak Dalam. Hidup seperti orang pada umumnya tentu pilihan yang tidak ...