RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh atau hari putih

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh atau hari putih

MitraFM.com– Puasa tiga hari (utamanya) di tengah bulan Hijriyah adalah puasa Ayyamul Bidh. Puasa ini memiliki banyak keutamaan.

Ayyamul bidh atau hari putih merupakan saat puasa sunnah istimewa yang setiap bulan bisa dikerjakan oleh setiap muslim. Puasa ayyamul bidh memiliki berbagi keutaamaan yang dijelaskan dalam sabda-sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Beberapa hadits menyebutkan keutamaan puasa Ayyamul Bidh diantaranya:
Puasa yang Diwasiatkan Rasulullah. Sebuah riwayat mengisahkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata berkata : “Kekasihku (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: (1) puasa tiga hari setiap bulannya, (2) mengerjakan shalat Dhuha, (3) mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi)

Puasa yang Selalu Dikerjakan Nabi. Dalam sebuah riwayat disebutkan Mu’adzah bertanya pada ‘Aisyah : “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya.” Mu’adzah lalu bertanya, “Pada hari apa beliau melakukan puasa tersebut?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau puasa (artinya semau beliau).” (HR. Tirmidzi)

Riwayat ini sekaligus menjadi dalil bolehnya puasa Ayyamul Bidh selain tengah bulan.
Puasa yang Tetap Dijaga Nabi Meskipun dalam Safar. Dikisahkan dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai)

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Ibnu Abbas ra. berkata : “Adalah Rasulullah SAW tidak pernah meninggalkan berpuasa pada hari putih (tanggal 13, 14, dan 15) baik dalam bepergian atau di rumah.” (HR. Thabrani)
Puasa yang nilainya Seperti Puasa Sepanjang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa tiga hari setiap bulan, makaseolah-olah dia seperti orang yang berpuasa selama-lamanya (sepanjang masa). (HR.Tirmidzi)

Seperti disebutkan dalam hadits-hadits lainnya, bahwa amalan setiap muslim itu dilipatkandakan 1 berbanding sepuluh. Satu amalan dianggap 10 amalan. Dengan demikian orang yang berpuasa tiga hari dianggap berpuasa 30 hari. Maka dia dianggap berpuasa sepanjang bulan itu, sepanjang tahun itu, dan selamanya. Wallahu a’lam
Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa mengikuti sunnah-sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...