RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Zubaidah, Istri Khalifah Arsitek Peradaban

Zubaidah, Istri Khalifah Arsitek Peradaban

MitraFM.com– Khalifah Harun ar-Rasyid, menjadi lebih istimewa, karena mempunyai istri yang cerdas, cantik dan luar biasa jasanya pada Islam. Dia tak lain adalah Zubaidah binti Ja’far al-Akbar bin Abi Ja’far al-Manshur. Sebagai istri seorang Khalifah ia dikagumi karena memiliki kelebihan di atas muslimah lainnya pada saat itu. Ia dikenal sosok yang cerdas, bijak, setia dan penyayang. Tak jarang Khalifah Harun Ar Rasyid menerima nasihat dari istrinya tak terkecuali ketika Harun Al Rasyid meminta pendapat terkait ketatanegaraan.

Ketika Zubaidah menunaikan ibadah haji ke Makkah dan melakukan wukuf di padang Arafah ia melihat banyak jamaah haji meninggal dunia akibat tidak adanya sumber air yang memadai dan air sangat sulit didapatkan. Banyak pula jamaah haji meninggal akibat kehausan dan kepanasan. Ia pun berkeinginan memberikan pelayanan kepada kaum Muslim, khususnya jamaah haji, sehingga memudahkan perjalanan mereka. Keinginannya diwujudkan dalam mega proyek “Jalur Zubaidah”, yaitu jalur perjalanan yang berbasis arsitektur dan logistik modern.

Jalur Zubaidah ini dibangun pada zaman Bani Abbassiyah di Makkah tahun 791 Masehi atau sekitar 174 H. Saluran ini terbentang sejauh ribuan kilometer dari Irak ke Padang Arafah. Zubaidah mulai  membuka jalan, mendirikan waduk, mengebor sumur, membangun perumahan dan tempat peristirahatan rest area di sepanjang jalur perjalanan tersebut. Dia juga mendirikan sejumlah tempat peristirahatan dan telaga air raksasa di Mina dan Arafah, juga melakukan pengeboran sejumlah sumur. Dia menginstruksikan kepada para insinyur mengalirkan air dari pegunungan yang ada di sekitar Makkah melintasi saluran air yang dibuat khusus untuk memindahkan ke waduk raksasa di dalam kota Makkah yang kemudian diberi nama Birkah Zubaidah Waduk Zubaidah.

Ketika mengerjakan mega proyeknya istri Khalifah Harun Ar Rasyid ini memobilisir banyak potensi, pakar dan tenaga ahli untuk melaksanakan pembangunan mega proyek “Jalur Zubaidah”. Ia menggunakan jasa para insinyur sipil untuk membuka dan memperbarui jalur perjalanan, menggambar rambu-rambu, serta mendirikan kolam-kolam raksasa, perumahan dan tempat peristirahatan, sementara para insinyur ahli geologi melakukan pengukuran sumber air. Para tukang bangunan juga dikerahkan untuk membangun kolam-kolam raksasa, telaga air raksasa, sumur bor dan saluran air kolam raksasa.

Para petani pun tak luput dari perhatian Zubaidah muslimah arsitek peraban ini. Mereka diperintahkan menanami tanah di sekelilingnya. Para penggembala diminta mengusahakan dan mengembangkan kekayaan hewani guna membekali para musafir dengan makanan, minuman dan logistik lainnya. Tak lupa para arsitek dan ahli bangunan diminta menghitung kebutuhan jalur perjalanan ini termasuk pekerjaan perencanaan dan kajian untuk pengembangan dan peremajaannya agar sejalan dengan tuntutan dan kebutuhan jamaah haji dan para musafir di masa mendatang. Mega proyek ini berhasil diselesaikan melalui kerja keras istri sang Khalifah yang luar biasa dengan supervisi dan nafkah pribadinya.

Jalur Zubaidah meliputi Kufah, di Irak hingga Rafha, yang berbatasan dengan Saudi, lalu Rafha hingga Fida, dengan jarak kira-kira 120 km di sebelah tenggara; Fida hingga ar-Rabdzah (terletak 190 km dari Madinah ke arah timur, dengan jarak 350 km); ar-Rabdzah hingga berakhir di Makkah. Peninggalan mega proyek Zubaidah ini sampai sekarang masih ada. Di sini terdapat rest area Fida, dengan kolam Qarnatain, kolam al-Makhruqah Tuz, kolam al-Arainabah al-‘Inabah dan kolam al-Jufailiyah al-Fahimah. Juga rest area Sumaira’ dengan kolam Harir al-Hasanah, kolam Katifah al-‘Abbasiyah. Selain itu ada pula rest area al-Jafniyyah dengan kolam Wasad al-Mawiyah, dan rest area as-Shaq’a. Terakhir ar-Rabdzah yang dikenal sebagai kawasan arkeologis.

Fida, terletak di tenggara Hail, sekitar 120 km. Pada zaman ‘Abbasiyah, Fida adalah kota terpenting yang berada di jalur perjalanan Zubaidah ini. Karena letaknya yang ada di tengah-tengah antara Kufah dan Makkah Fida di masa itu telah dipersiapkan oleh Khilafah ‘Abbasiyah menyambut para jamaah haji dan umrah dengan makanan, minuman dan kendaraan yang mereka butuhkan. Para jamaah haji dan umrah pun bisa menitipkan barang-barang dan kendaraan mereka kepada penduduk Fida dan bisa mereka ambil kembali sepulang mereka dari tanah suci.

Mata Air Siti Zubaidah berasal dari Wadi Numan dan dialirkan ke padang arafah, Muzdaliffah dan Mina. Pada zaman Bani Utsmaniyah sekitar 1571 M, mata air ini direnovasi kembali oleh lebih dari 1000 orang arsitek. Mata air Zubaidah kemudian dipertemukan dengan mata air Khunsin yang terletak di sekitar kantor Gubernur Mekah sampai ke Ma’la dan kota Mekah. Mereka membangun, dengan cara membuat tampungan air guna menampung air ketika hujan dan membuat alirannya.

Mata Air Zubaidah sangat bermanfaat sekali bagi keperluan jamaah haji dan penduduk Makkah pada waktu itu. Sampai saat ini peninggalan saluran air ini masih bisa dilihat ketika calon jamaah haji melaksanakan wukuf di padang arafah. Mata air ini mengalir melintasi bukit batu, bukit pasir dan pegunungan yang menjulang tinggi.

Itulah wujud tanggung jawab seorang Khalifah dan permaisurinya yang begitu besar pada Islam dan umatnya. Karenanya Harun ar-Rasyid dan Zubaidah selalu terpatri dalam ingatan umat Muhammad sepanjang masa.

Kisah Zubaidah ini juga membuktikan bahwa wanita dalam Islam juga memiliki kiprah sosial. Para wanita dalam Islam pun memiliki kontribusi terbaik sepanjang kehidupan mereka. Dengan Islam yang menjadi pegangan para muslimah mereka bebas berekspresi selama dalam koridor syariat Islam. Sangat berbeda denga kondisi wanita masa kini bukan?

 

 

Baca Juga

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan

MitraFM.com – Pengobatan Gratis & Sembako Warga Negeri di Atas Awan. Baitul Maal Hidayatullah (BMH) terus bergerak ...