RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Larangan Mencela Makanan

Larangan Mencela Makanan

MitraFM.com– Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan terbaik dalam segala hal segala urusan. Akhlak beliau benar-benar  mencerminkan sosok mulia yang paling layak dimuliakan dan diteladani. Betapa tidak, bahkan untuk urusan makanan minum pun belia sangat berakhlak dengan indahnya.

Dalam banyak hadits diriwayatkan contoh akhlak Rasulullallah shalllahu ‘alahi wasallam dalam hal makanan dan minuman.

Nah, seperti apa akhlak beliau terhadap manakan berikut berbagai keterangannya :

Rasulullah Tidak Pernah Mencela Makanan. Dari Abu Hurairah r.a beliau mengatakan : “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali-kaali tidak pernah mencela makanan. Jika beliau menyukai satu makanan, maka beliau memakannya. Jika beliau tidak suka, maka beliau meninggalkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini dengan jelas mengungkapkan rasulullah tidak berkomentar negatif atas makanan seperti apapun keadaannya.

Rasulullah Memuji Makanan. Bukan hanya tidak mencela makanan, beliau  Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam juga memuji makanan.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta lauk kepada salah seorang istrinya, lalu sang istri mengatakan:  “Kami tidaklah punya lauk kecuali cuka.” Nabi lantas minta diambilkan cuka tersebut. Nabi mengatakan sambil memulai menyantap dengan lauk cuka : “Sebaik-baik lauk adalah cuka, sebaik-baik lauk adalah cuka.” (HR Muslim)

Hanya cuka dan pada cuka, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam tidak meremehkannya, bahkan  menganggap cuka sebagai senikmat-nikmat lauk.

Pelajaran yang lain, Rasulullah menghargai  perasaan orang yang telah memasak atau membuatnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka mencela hasil kerja orang yang membuatnya sehingga dapat menyakiti hatinya.  Pada  sisi lain, tidak mustahil, ada orang lain yang menyukai makanan tersebut sehingga beliau tidak mencela.

Rasulullah Menunggu sampai Dingin

Satu akhlak lagi yang tak boleh kita lupakan dari beliau adalah Rasulullah tidak memakan makanan yang masih panas.

Beliau bersabda:  “Makanan itu tidak boleh disantap kecuali jika asap makanan yang panas sudah hilang.” (HR. Baihaqi)Imam Ibnul Qoyyim berkata :  “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menyantap makanan dalam keadaan masih panas.”

Semoga dengan mencontoh akhlak Nabi makanan kita menjadi berkah, membantu kita  untuk melakukan ketaatan dan tidak menyebabkan gangguan pada tubuh. Aamiin. Wallahu a’lam

Baca Juga

Syahidah Pertama, Sumayyah binti Khayyat

MitraFM.com– Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja.  Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela ...