RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Ketentuan Berpakaian Seorang Muslim

Ketentuan Berpakaian Seorang Muslim

MitraFM.com– Bagi seorang muslim dan muslimah, berpakaian bukan semata tentang pantas dan tidak pantas. Bukan pula tentang modis dan tidak modis. Lebih dari ituseorang Muslim berpakaian karena ketundukannya kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

Betapa tidak, menutup aurat adalah salah satu perintah wajib bagi setiap muslim. Islam mengatur dan memberi panduan bagaimana seharusnya seorang muslim berpakaian.

Berikut beberapa ketentuan umum pakaian dalam islam :

Pertama, pakaian tidak boleh sempit dan transparan..

Tidak sedikit diantara kaum muslimin, terutama kaum wanita yang menjadi korban mode. Mereka tidak lagi memperhatikan ketentuan Islam dalam memilih pakaian. Mereka lebih mengedepankan model dan seolah berkata ‘yang penting ngetren modis dan gaul. Kesan kurang bahan, sempit dan transparan tidak dipikirkan. Padahal, Islam melarang pakaian yang sempit sehingga tergambar bentuk tubuh pemakainya, atau yang lebar namun tipis menerawang.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dua (jenis manusia) dari ahli Neraka yang aku belum melihatnya sekarang yaitu; kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya, dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak akan masuk Surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi Surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Kedua,  tidak menyerupai pakaian lawan jenis.

Pakaian wanita berbeda dengan pakaian laki-laki dengan segala ciri khasnya. Seorang wanita tidak boleh menggunakan pakaian laki-laki dan juga sebaliknya, seorang laki-laki tidak boleh menggunakan pakain khas wanita.

Riwayat yang lain menyebutkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Ahmad)

Ketiga, tidak mengikuti model pakain khas orang kafir. Pada asalnya, pakaian itu bersifat umum atau universal sehingga kita tidak dilarang untuk memakainya. Hingga kita temukan bahwa pakaian tersebut merupakan kekhasan milik orang-orang tertentu sebagai identitasnya.

Sungguh, Islam melarang umatnya meniru-niru perilaku orang kafir.  Termasuk urusan berpakaian. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk mereka (kaum tersebut).” (HR. Abu Dawud)

Prinsip utama dalam berpakaian adalah menutupi aurat dengan sempurna. Seorang muslimah ketika hendak keluar rumah, misalnya ke kampus, pasar, bekerja dan lainnnya, wajib atasnya menutup aurat dengan sempurna. Hanya wajah dan kedua telapak tangannya saja yang boleh terlihat.

Semoga Allah Ta’ala limpahkan hidayah dan taufikNya agar kita tetap dalam ketaatan di segala urusan. Wallahu a’lam

Baca Juga

Kenikmatan Dibalik Kenikmatan

MitraFM.com– Tak ada kenikmatan melebihi nikmat iman. Sangat beruntung orang-orang beriman karena dengan imannya ia ...