RADIO MITRA 97 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Kampungladu, Sidomulyo - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur 65317 - Indonesia | www.mitrafm.com |

Home » Catatan Siar » Semangat Jihad Nan Membara Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz

Semangat Jihad Nan Membara Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz

MitraFM.com– Tak hanya kaum Adam yang angkat senjata berperang melawan kaum musyrikin pada zaman Rasulullah. Kaum hawa pun tak mau ketinggalan. Ada seorang shahabiyah dikenal dengan semangat jihad ke medan perang demi menegakkan Islam. Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz bin Afra Al Ansyariyah namanya. Keberanian Rubayyi’ menjadikannya sosok perempuan yang memiliki ghirah besar untuk maju ke medan perang bersama Rasulullah dan para sahabatnya.

Ibnu Katsir berkata mengenai Ar-Rubayyi’ “Dia berangkat bersama Rasulullah mengikuti berbagai peperangan guna mengobati para mujahidin yang terluka. Ia memberi minuman bagi mereka yang kehausan serta membawa yang luka ke Madinah.”.

Ketika situasi menuntutnya tampil ke tengah medan pertempuran Rubayyi’ tak segan segera turun. Ia menempatkan diri bergabung dengan pasukan berkuda yang gagah berani menangkis serangan musuh.

Hadist Bukhari mengkisahkan keikutsertaan Rubayyi’ dalam peperangan bersama Rasulullah SAW. Namun, tidak ada riwayat lebih jelas mengenai bagaimana mujahidah Rubayyi’ selama berada di medan perang. Beberapa literatur hanya menceritakan Rubayyi’ sebagai perempuan mulia yang memiliki keberanian yskni  keberanian melawan kebatilan dan kemusyrikan.

Sifat pemberani Rubayi’ mengalir dari ayahnya yang ikut Perang Badar, serta bergabung di tim pembunuh Abu Jahal. Rasulullah mendoakan ayah Rubayyi’ “Semoga Allah memberi rahmat kepada kedua anak Afra yang keduanya bergabung untuk membunuh Firaun umat ini (Abu Jahal).”.

Keberanian Rubayyi’ dibuktikan ketika menantang ibu Abu Jahal. Diriwayatkan bahwa Ar-Rubayyi’ mengambil minyak wangi dari Asma binti Makhrabah, ibu Abu Jahal. Asma menanyakan nasab Ar-Rubayyi’. ia pun menyebutkan silsilah nasabnya.

Ibu Abu Jahal berkata, “Engkau adalah anak perempuan dari seorang pembunuh tuannya?”. Dengan berani Rubayyi’ menjawab “Aku adalah anak perempuan dari seorang pembunuh budaknya.”. Jawaban itu membuat Asma Ibu Abu Jahal terdiam tidak berani meladeni keberanian Ar-Rubayyi’.

Ar-Rubayyi’ adalah perempuan Anshar dari Bani Najjar. Ibunya bernama Ummu Yazid binti Qais bin Za’wa. Ia masuk Islam di Madinah saat usianya masih sangat muda. Rubayyi’ termasuk perempuan pertama yang berbaiat pada Nabi Muhammad di bawah sebatang pohon. Kelompok ini dikenal sebagai Bai’atur Ridwan.

Rubayyi’ termasuk perempuan yang sangat beruntung, karena mendapat ridha Allah. Sebagaimana termaktub  dalam Alquran surat Al-Fath ayat 18 sampai 19. “Sesungguhnya Allah telah meridhai orang-orang mukmin ketika mereka berbaiat kepadamu (Muhammad) di bawah sebuah pohon. Allah pun mengetahui keimanan dan ketulusan yang ada dalam hati mereka, lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat serta banyak harta rampasan yang dapat mereka ambil. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”.

Ar-Rubayyi’ adalah salah seorang shahabiyah yang dekat dan mendapat perhatian Nabi Muhammad. Tidak sedikit riwayat yang menyebutkan kemuliaan dan kehormatan kedudukan Ar-Rubayyi’ di sisi Rasulullah. Musa bin Harun Al-Hammal berkata”Ar-Rubayyi’ binti Mu’awwidz telah mendampingi Nabi dan dia memiliki kehormatan yang tinggi.”.

Rubayi’ sangat tahu sosok dan sifat Nabi. Abu Ubaidah bin Muhammad bin Ammar berkata “Aku pernah menanyakan kepada Rubayyi’ tentang sosok Rasulullah”. Ia menjawab “Wahai anakku, jika engkau melihat Rasulullah niscaya engkau melihatnya laksana matahari yang sedang terbit,”.

Rubayyi’ tak hanya seorang mujahidah pemberani ia pun dikenal sosok yang lemah lembut dan sangat mencintai ilmu. Karena wawasan dan keilmuannya yang luas, Ar-Rubayyi’ dipercaya sebagai shahabiyah yang menjadi referensi dalam hukum, sirah Nabi, dan berbagai peristiwa dalam Islam di awal masa kemunculannya.

Kedekatan Rubayi’pada Rasulullah didukung kecerdasannya  membuat banyak hadist diriwayatkan melaluinya. Seperti hadist tentang wudhu Rubayyi’ menjadi shahabiyah satu-satunya yang meriwayatkan secara detil bagaimana wudhu Rasulullah.

Tatkala Rasulullah berkunjung ke rumah Rubayyi’ beliau berwudhu. Nabi bersabda padanya “Tuangkan air wudhu untukku!”. Selanjutnya, Rubayyi’ menceritakan wudhu Rasulullah “Beliau lalu membasuh kedua telapak tangannya tiga kali.” (HR Abu Dawud).

Rubayyi’ seringkali  mengunjungi istri Rasulullah, Aisyah, guna menambah wawasan dan ilmu. Dari Aisyah, Ar-Rubayyi’ meriwayatkan sebanyak 21 hadits. Al-Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadist-hadits darinya.

Beberapa sahabat dan tabi’in datang pada Ar-Rubayyi’ untuk mendapatkan hadits. Sejumlah tabi’in terkemuka juga meriwayatkan hadits darinya seperti Khalid bin Dzakwan, Sulaiman bin Yasar, Abu Ubaidah bin Ammar bin Yasir, dan lainnya.

Diriwayatkan, Rubayyi’ wafat pada tahun 37 Hijriyah. Namun riwayat lain menegaskan ia wafat tahun ke 45 Hijriyah pada masa kekhalifahan Mu’awiyah bin Abu Sufyan. Ia meninggal dunia setelah memberikan teladan bagi para Muslimah dalam hal kebaikan, ketaqwaan, keilmuan dan semangat perjuangan di jalan Allah.

Baca Juga

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Ini Alasan Kuat Kenapa Kamu Harus Keliling Indonesia Sekarang

Bercita-cita keliling dunia? Keinginan itu bukanlah sebuah hal yang salah. Tapi sebelum mewujudkan keliling dunia, ...

*Touch on black area to close