RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Bariroh, Budak yang Dimerdekakan Ummul Mukminin

Bariroh, Budak yang Dimerdekakan Ummul Mukminin

MitraFM.com– Islamlah yang menaikkan derajat kaum perempuan. Sebelum Islam diturunkan Allah ke bumi, perempuan bagaikan makhluk yang hina. Para pria sesuka hati memperlakukan kaum Hawa ini, merampas dan memperkosa hak-haknya, lalu mencampakkannya begitu saja. Mirip wanita masa kini ketika Islam tak menjadi panduan hidupnya.

Nabi Muhammad diutus Allah membawa kabar gembira yaitu menjunjung tinggi harkat dan martabat kaum hawa. Pria tak bisa lagi sewenang-wenang mendapatkan perempuan melainkan harus meminang lebih dahulu, memberi mahar, dan menikahinya secara sah.

Penghargaan terhadap perempuan berlaku bagi semua Muslimah. Bahkan terhadap budak belian pun, Rasulullah membelanya. Seperti diriwayatkan pada kisah Barirah.  Ia seorang budak berkulit hitam asal Ethiopia. Majikannya, Utbah bin Abu Lahab. Ia menikahkan Barirah dengan budak kulit hitam bernama Mughits milik Bani Al-Mughirah.

Sebagai budak, Barirah tak bisa menolak keinginan majikannya. Padahal hati kecilnya tidak ikhlas menikah dengan Mughits.Jalan keluarnya, Barirah berniat memerdekakan diri dengan perjanjian menyicil sejumlah uang sebagai ganti harga dirinya pada majikannya.

Dia menemui istri Rasulullah, Aisyah dan meminta bantuannya. Aisyah berkata, “Kembalilah pada tuanmu dan katakan kalau mereka mau, aku akan membayar tunai seluruh hargamu. Lalu kumerdekakan dirimu dan nanti wala’mu untukku.”.

Pesan Aisyah disampaikannya pada Utbah bin Abu Lahab. Namun hasilnya nihil, sang majikan menolak usulan tersebut. Dia menginginkan wala’ tetap untuknya.

Permasalahan  ini pun didengar Rasulullah. Beliau bertanya pada istrinya, apa sebenarnya permasalahan Barirah? Aisyah menceritakan apa yang terjadi. Mendengar penuturan Aisyah, Rasulullah bersabda, “Belilah dia, lalu merdekakan. Sesungguhnya hak wala’ (kekerabatan) itu bagi orang yang memerdekakan.” (HR. Bukhari-Muslim).

Ketika berkhutbah di hadapan umatnya Rasulullah bersabda,“Bagaimana kiranya keadaan suatu kaum, mereka mengajukan syarat yang tidak ada dalam Kitabullah. Syarat manapun yang tidak ada dalam Kitabullah, maka syarat itu batil, biarpun seratus kali mereka mengajukan syarat. Ketetapan Allah itu lebih haq, syarat Allah itu lebih kokoh. Bagaimana kiranya salah seorang dari mereka bisa mengatakan, ‘Bebaskanlah budak, wahai fulan, sementara wala’nya untukku. Sesungguhnya wala’ itu hanya untuk yang memerdekakan.”.

Berkat Rasulullah, akhirnya Barirah mendapat hak merdeka. Saat itu diajukan pula pilihan, apakah Barirah akan tetap melanjutkan hidup bersama suaminya, atau berpisah. Namun, Rasulullah menasehati agar Barirah tetap mempertahankan pernikahannya dengan Mughits. Ternyata Barirah memilih berpisah dengan suaminya. Mengetahui pilihan pedih itu Mughits menyatakan tidak rela. Dia menangis berharap bisa tetap hidup dengan istrinya.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Suami Barirah adalah seorang hamba yang bernama Mughits, seolah-olah saya melihatnya berkeliling di belakang Barirah sambil menangis, dan air matanya mengalir hingga membasahi jenggotnya.”.

Namun Barirah tetap pada sikapnya semula, berpisah. Melihat hal itu sampai-sampai Rasulullah berkata pada pamannya, Abbas, “Wahai paman, tidakkah engkau merasa takjub dengan rasa benci Barirah terhadap Mughits, dan rasa cinta Mughits pada Barirah?”. Rasulullah lalu berkata pada Barirah, “Takutlah kepada Allah, sesunguhnya dia adalah suamimu dan bapak dari anakmu.”. Barirah menjawab, “Apakah baginda Rasul menyuruh saya?”. Rasulullah menjawab, “Aku cuma menyarankan saja.”. Barirah berkata, “Kalau begitu saya tidak ada kepentingan dengannya.” (HR. Bukhari).

Begitulah ajaran Islam, sangat menghormati kaum perempuan. Betapa mulianya akhlak Rasulullah yang tidak menggunakan kedudukannya sebagai Nabi untuk menyuruh Barirah rujuk. Beliau hanya memberikan saran, bukan suatu kewajiban yang harus ditaati. Betapa indahnya perilaku Rasulullah dan betapa tingginya ketaatan Barirah pada beliau.

Walaupun sebagai budak, Barirah mendapat kedudukan yang mulia di sisi Rasulullah. Namanya pun termasuk dalam deretan perempuan teladan yang hidup pada masa Rasulullah di Madinah.

Beberapa riwayat pun menampilkan sosok Barirah. Di antaranya, ketika muncul fitnah yang disebarkan orang munafik pada istri Rasulullah Aisyah.

Diriwayatkan, sebelum dimerdekakan Barirah biasa membantu Aisyah. Ketika muncul berita dusta tentang Aisyah yang disebarkan oleh gembong munafikin, Abdullah bin Ubai bin Salul. atas saran Ali bin Abi Thalib, Rasulullah memanggil Barirah untuk menanyakan keadaan Aisyah. Ia menjawab, “Demi Dzat yang mengutusmu dengan Al-Haq Aku tidak pernah melihat sesuatu pun yang pantas kucela, kecuali dia itu seorang wanita yang masih sangat muda dan masih suka tertidur di adonan makanan yang dibuat untuk keluarganya, hingga datang hewan memakan adonan itu.”.

Barirah pun hidup hingga beberapa masa pemerintahan. Ia sempat berfirasat bahwa Abdul Malik bin Marwan akan menduduki kepemimpinan kaum Muslimin di Madinah. Hal itu ia sampaikan jauh-jauh hari sebelum Abdul Malik bin Marwan diangkat sebagai khalifah. Barirah berkata “Wahai Abdul Malik, aku melihatmu memiliki perangai-perangai yang mulia, dan engkau layak memegang tampuk pemerintahan. Maka, bila nanti engkau diserahi kepemimpinan, berhati- hatilah dengan masalah darah kaum Muslimin, karena aku pernah mendengar Rasulullah bersabda ‘Sesungguhnya seseorang ditolak dari pintu surga setelah melihat keindahan surga disebabkan darah seorang Muslim sepenuh mihjamah (wadah) yang dia tumpahkan tanpa hak.”.

Shahabiyah Rasul Barirah wafat pada masa khilafah Muawiyah bin Sufyan. Semoga Allah menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

 

 

Baca Juga

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung

MitraFM.com – Aksi Cepat Bantu Pengungsi Gunung Agung. Baitul Maal Hidayatullah sebagai Laznas yang memiliki program sosial ...