RADIO MITRA 97.0 FM KOTA WISATA BATU | INSPIRASI KELUARGA ANDA | Interaktif | Telp 0341-597 440 | SMS dan WhatsApp 081 333 74 9797 | Facebook: Radio Mitra 97.0 FM | Twitter: @mitra97fm | Instagram: @radiomitra97fm | Alamat: Jalan Wukir no.4 Temas - Kec. Batu - Kota Wisata Batu - Malang - Jawa Timur - Indonesia | www.mitrafm.com |

Mitra Update
Home » Catatan Siar » Mengenal Kitab Tafsir Ibn Katsir

Mengenal Kitab Tafsir Ibn Katsir

MitraFM.com-Salah satu kitab tafsir paling terkenal adalah kitab tafsir Ibnu Katsir. Telinga kita sudah begitu akrab dengan kitab ini disebut.

Ya, mampir semua masjid atau pesantren yang mempunyai program tafsir mengkaji kitab tafsir Ibn Katsir ini.

Nama beliau ‘Imad ad-Dien, Abu al-Fida`, Isma’il bin ‘Umar bin Katsir ad-Dimasyqiy asy-Syafi’iy, seorang Imam, Hafizh dan juga sejarawan.  Wafat tahun 774 H.

Kitab tafsirnya berjudul Tafsir al-Qur`an al-‘Adhim

Tafsir Ibn Katsir merupakan tafsir kategori Ma`tsur yang paling masyhur dan menduduki peringkat ke-dua setelah Tafsir ath-Thabariy.

Tafsir ini juga interes terhadap segi periwayatan, yaitu menafsirkan Kitabullah dengan hadits-hadits dan atsar-atsar yang langsung disandarkan kepada para periwayatnya. Pengarangnya juga sangat memperhatikan sisi penyebutan ayat-ayat yang serupa dengan ayat yang ingin ditafsirkannya, yang dinamakan dengan Tafsir al-Qur`an bi al-Qur`an (penafsiran al-Qur’an dengan al-Qur’an sendiri).

Ibn Katsir ber’aqidah Salaf. Beliau memiliki sebuah kitab di dalam masalah ‘aqidah berjudul “al-‘Aqa`id”. Di dalam kitab ini, beliau menjelaskan ‘aqidah Salaf berupa penetapan terhadap sifat-sifat Allah seperti mendengar, melihat, mata, wajah, ilmu, kalam (bicara), ridla, Sakhth (murka), cinta, benci, senang, tertawa dengan tanpa menyebutkan Takyif (bagaimana caranya), Tasybih (penyerupaan), Tahrif (perubahan) dan Tabdil (penggantian). Di dalam kitab tafsirnya, beliau menetapkan kebanyakan sifat-sifat tersebut secara global sementara sebagian orang menafsirkannya dengan Lazim ash-Shifah (konsekuensi sifat itu) mengikuti cara Imam ath-Thabariy, seperti sifat malu dan mata.

Beliau mengetengahkan banyak hadits dan atsar dengan sanad-sanad-nya dan interes terhadap penilaian riwayat-riwayat dari sisi keshahihan dan kelemahannya serta menyebutkan sisi al-Jarh wa at-Ta’dil (metode kelaikan periwayatan) terhadap para periwayat, sebab beliau adalah seorang Hafizh yang mengenal seni-seni hadits dan para periwayatnya, di samping beberapa karya-karya tulis lainnya.

Beliau mengetengahkan diskusi-diskusi fiqih, pendapat-pendapat para ulama dan dalil-dalil mereka ketika menafsirkan ayat-ayat tentang hukum akan tetapi tidak terlalu melebar dan mengarahkan siapa saja yang ingin menambah wawasannya kepada beberapa kitab fiqih.

Beliau memiliki kelebihan dengan mengkritisi riwayat-riwayat yang bernuansa Isra`iliyyat dan secara umum memberikan peringatan akan hal itu serta biasanya mengkritisinya manaka menyinggung tentangnya.

Sangat sedikit sekali beliau mengetengahkan hal yang terkait dengan I’rab (penguraian kedudukan suatu kata di dalam kalimat) dan Nahwu, demikian pula halnya dengan masalah sya’ir.

Demikian catatan ringkas karakteristik dan keistimewaan tafsir Ibn Katsir. Semoga yang sepenggal ini bisa menjadi pemantik semangat mengenal dan mempelajari tafsir beliau. Wallahu a’lam.

Baca Juga

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren

MitraFM.com – Geliatkan Ekonomi Produktif Pesantren. Tantangan yang sangat kasat mata bagi umat Islam saat ini adalah ...