Banjir dan Longsor, Ekonomi Jatim Terganggu

Akibat hujan sepanjang hari, beberapa daerah di Jawa Timur mengalami banjir dan longsor. Timbul korban jiwa di beberapa daerah. Perekonomian Jatim juga terganggu.

Bencana banjir ini diawali dengan guyuran hujan tiada henti sejak Selasa (25/12/2007). Kontan saja, sungai tak mampu menampung debit air yang cukup besar.

Daerah yang terkena bencana adalah Madiun, Mojokerto, Jombang, Ponorogo, Ngawi, Pacitan, Jember dan Trenggalek. Di Ngawi, longsor menewaskan 4 orang.

Sebuah rumah di Dusun Polo RT 6 RW 2 Desa Hargosari Kecamatan Sine Ngawi pun terkena longsor, Rabu (26/12/2007) rata dengan tanah setelah ditimbun longsoran, satu keluarga tewas.

Ganasnya banjir juga melanda Trenggalek. Beberapa daerah terendam air hampir setinggi 2 hingga 4 meter. Bahkan 30 warga di Desa Sumberjo dilaporkan masih terjebak di atas genting rumah yang dikepung air.

“Saat ini tim SAR akan mengevakuasi warga yang terjebak di atas genting,” kata Umar Kepala Pos Sar Trengagalek.

Banjir hari ini benar-benar merata. Di Madiun, aktivitas perekonomian lumpuh total. Semua jalanan di pusat Kota dan Kabupaten Madiun terendam air. Termasuk perkantoran, pertokoan dan akses menuju stasiun kereta api.

Jombang tak kalah. Di Kecamatan Mojowarno, Mojoagung, Bareng dan Kecamatan Sumobito tak luput dari terjangan air bah.

Banjir ini disebabkan luapan Kali Gunting yang meluap karena guyuran hujan sejak Selasa sore. Hingga pukul 09.00 WIB, ketinggian air mencapai 1 meter bahkan rumah-rumah yang berada di bantaran sungai setinggi 3 hingga 4 meter.

Luapan air sungai yang tak mampu menampung volume air juga terjadi di Sungai Sekayu Ponorogo. 4 Desa di Kecamatan Sukorejo Kabupaten terendam air. Bahkan puluhan rumah roboh dan ikut hanyut terbawa air. Diantaranya, Desa Lengkong, Desa Serangan, Desa Seragi dan Desa Gandukepuh.

Dengan kondisi yang hampir terjadi serempak itu, segala aktivitas perekonomian warga terganggu. Pengiriman hasil bumi dari desa ke kota berhenti. Persawahan yang siap panen juga gagal. (Dtkjatim)

Post a Comment