Hypermarket di Jatim Akan Dibatasi
By admin on Dec 26, 2007 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
DPRD Jatim akan membatasi gerak Carrefour, Hypermarket dan Giant di Surabaya dan sekitarnya. Tahun 2008 Dewan akan membuat peraturan daerah yang mengatur pertumbuhan pasar modern ini.
Alasannya, dewan tidak ingin pasar moderen melibas pasar tradisional yang selama ini menjadi gantungan hidup pedagang.
Kehadiran pasar moderen ini semakin membuat pasar tradisional terpuruk dan terdesak. Jika ini dibiarkan, menurut DPRD Jatim pasar tradisional akan hilang. Perda tentang pasar modern dan pasar tradisional ini akan mulai dibahas pada awal tahun 2008.
“Ini akan menjadi prioritas kita pada tahun 2008. Kita prihatin dengan para pedagang pasar tradisional,” kata Samsul Huda anggota Komisi B (Perekonomian) DPRD Jatim
Menurutnya, jika pasar tradisional hilang, maka ini akan mematikan perekonomian masyarakat. Pasar tradisional kata politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) adalah distribusi utama hasil bumi produk lokal. “Jika ini mati maka yang lain seperti petani akan ikut mati,” tuturnya.
Dewan kata Samsul Huda akan membuat perda ini seadil mungkin agar bisa menguntungkan bagi kedua belah pihak, baik pasar modern dan pasar tradisional. Dengan adanya perda ini, nantinya akan membuat pasar tradisional berbenah diri agar mampu bersaing dengan pasar moderen.
Pembenahan ini menurutnya dilakukan dengan cara melayani pelanggan, kesesuaian timbangan, dan kebersihan pasar. Dan sebelum perda ini dibahas tambah Samsul Huda, dewan sudah melakukan studi banding ke Cina dan Jepang.
“Kita ingin menyandingkan pasar moderen dan pasar tradisional tanpa saling mematikan satu sama lainnya,” pungkasnya. (DtkSby)


Hm….Baguslah sebelum sangat terlambat.
Ngomong2 kenapa sakinah gak dimaju-majukan.buat cabang2 di mana-mana, seperti alfa,indomart dsb?Mereka menjemput costumer di gang2,kampus2(unair)
Usamah | Dec 26, 2007 | Reply