NANOTEKNOLOGI DI SEKITAR KITA

image004.jpg
Transistor berukuran nano.- de.wikipedia.or

Nanoteknologi seakan sudah menjadi bagian dari keseharian kita walaupun tanpa kita sadari keberadaannya. Istilah nanoteknologi berhubungan dengan pemanfaatan suatu teknologi yang berukuran nanometer, atau biasa disebut nano saja. Satu nanometer setara dengan 1 / 1.000.000.000 (sepermiliar) meter.

Lalu seberapa besar nano itu? Kalau kita bayangkan ukuran rambut kita, maka satu nano itu setara dengan tebal sehelai rambut kita yang dibelah menjadi 75.000 kali lebih tipis. Bisa juga dikatakan sebaliknya, tebal sehelai rambut kita adalah 75.000 nanometer.

Nanoteknologi muncul dan berkembang karena kita selalu ingin semua peralatan kita semakin kecil dan semakin ringan tanpa mengurangi kegunaan utamanya. Contohnya adalah telepon genggam yang tadinya seukuran walky talky, kini menjadi seukuran kartu ATM. Selain itu, telepon seluler sekarang juga ditambahi lagi fungsi-fungsi yang lebih menarik, lebih bagus dan lebih ringan daripada 10 tahun lalu. Transistor yang semakin mengecil menjadikan komputer semakin cepat dan semakin murah dan mampu menurunkan `harga’ pemanfaatan internet. Raket tenis atau badminton yang semakin ringan tapi tidak melentur adalah contoh pemanfaatan teknologi nano di dunia olahraga.

image005.jpg

Telpon genggam yang semakin mengecil
en.wikipedia.org

Berhubungan dengan energi, di abad ke-22 nanti, diperkirakan energi minyak bumi sudah habis dan energi alternatif baru akan menggantikan perananan minyak bumi. Saat ini pengembangan energi baru dengan hidrogen dan energi matahari makin dikejar supaya mampu menjadi penopang energi utama. Sementara di bidang tekstil, mungkin pakaian yang Anda pakai sekarang sudah memanfaatkan teknologi nano. Tak ketinggalan teknologi kedokteran dan kosmetik pun memanfaatkan teknologi ini. Salah-satunya adalah pengobatan penyakit kanker bukan dengan kemoterapi (pengobatan kimiawi), tetapi dengan `mengirimkan´ obat kanker tersebut langsung ke sel kanker di dalam tubuh. Sementara di bidang kosmetik, kita bisa melihat semakin maraknya produk anti-penuaan dini dan beragamnya produk pelindung kulit terhadap sinar ultraviolet.(Fahmi Mubarok & tim ISTECS on Air - 2008)

Sumber:
Richard Booker and Earl Boysen, Nanotechnology For Dummies, 2005, Wiley
Publishing, Inc.

image003.jpg Nara sumber:
Fahmi Mubarok Sedang menempuh S2 di
Joint European Masters in Materials Science Program (kerja sama 3 Universitas
Eropa: TUHH-Jerman, AAU Denmark, UA-Portugal)- S1, Teknik Material ITB
- Pengajar di ITS, Surabaya

Post a Comment