Rumah Nurmahmudi Dikepung Warga
By admin on Jan 10, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Rumah Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail dikepung warga Perumahan Raffles Hills, Kel Harjamukti, Kec Cimanggis, Depok, sejak pagi tadi. Bahkan,sebagian warga ada yang menginap.
Kedatangan warga tersebut untuk meminta agar musyawarah ganti rugi tanah dan hunian yang digunakan untuk proyek tol Cinere- Jagorawi (Cijago). Awalnya, aspirasi sekitar 110 kepala keluarga (KK) itu hanya diwakiliempat orang yang datang pada malam hari.
Namun, karena tidak bertemu langsung dengan Wali Kota, keempat perwakilan warga tersebut memutuskan untuk menginap di depan rumah Wali Kota Depok Nurmahmudi Ismail di Perumahan Griya Tugu Asri, Blok A-4 No 9,Kel Tugu,Kec Cimanggis,Depok. Ajudan Wali Kota Nurmahmudi Ismail, Rafi,mengakui kedatangan warga tersebut sempat mengganggu aktivitas keseharian Nurmahmudi.
Pasalnya, sejak tadi malam, Wali Kota sedang menerima tamu yang sudah terjadwalkan sebelumnya. Maka itu,mantan Menhut itu tidak dapat menemui wakil warga Raffles Hills tersebut. ”Mereka datang sejak tadi malam,sekitar pukul 20.00 WIB.Karena jadwal kegiatan Bapak padat, jadi enggak bisa menerima warga,” tutur Rafi, Kamis (10/1/2008).
Tidak lama berselang, puluhan warga perumahan Raffles Hills pun datang menyusul wakil mereka.Alhasil, mereka akhirnya ikut memutuskan untuk menginap di depan rumah Nurmahmudi hingga pagi tadi. Terkait dengan itu, puluhan petugas Satpol PP serta beberapa petugas kepolisian disiagakan di depan rumah Wali Kota. Meskipun sudah diperingatkan, puluhan warga tetap tidak mengindahkan imbauan petugas. ”Kami hanya ingin meminta kejelasan tanah kami,” ujar Angga,salah seorang warga.
Jelang pagi,sekitar pukul 08.00 WIB, Nurmahmudi bersedia bertemu dengan perwakilan warga tersebut. Dua perwakilan, yakni Ketua RT setempat bernama Firman dan Angga pun diterima Wali Kota. Namun, Rafi menyatakan belum mengetahui pasti hasil pertemuan warga dengan Wali Kota itu.
Seusai menerima perwakilan warga, Nurmahmudi lantas melanjutkan aktivitasnya dengan menghadiri kegiatan menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1429 Hijriah. ”Sebenarnya, acara digelar pukul 08.00 WIB, tapi aktivitas Bapak sedikit terhambat karena ada tamu,”jelasnya.
Meski sudah ditemui, puluhan warga tersebut masih mengepung rumah Wali Kota Depok.Menurut Firman, kedatangan warga itu untuk menyampaikan tuntutan agar musyawarah menegosiasikan nilai ganti rugi tanah dan bangunan yang terkena proyek tol sepanjang 14,6 km itu digelar lagi.”Pihak Tim Pengadaan Tanah (TPT) dan Panitia Pengadaan Tanah (P2T) harus secepatnya menggelar musyawarah ulang,”tuturnya.



Post a Comment