Hari-hari Kritis Pak Harto

Sejak dilarikan ke RSPP sejak 4 Januari 2008, mantan presiden Soeharto berkali-kali dinyatakan kritis dan gawat. Namun, kondisi Soeharto dinyatakan membaik lagi, tapi masih kritis. Berikut kronologi kritisnya Pak Harto:

 Jumat, 4 Januari 2008

Pak Harto dilarikan ke RSPP sekitar pukul 14.15 WIB. Pak Harto mengalami penurunan hemoglobin darah dan mengalami penimbunan cairan di semua tubuh sejak lima hari lalu. Namun, Pak Harto masih dinyatakan sadar dan stabil, meski penyakitnya sangat serius. Pak Harto dipasangi sejumlah alat di tubuhnya.

 

Sabtu, 5 Januari 2008

- Tim dokter menyatakan penyakit Pak Harto sangat kompleks. Selain jantung, ginjal dan paru-paru Pak Harto juga bermasalah. Alat pacu jantung di tubuh Pak Harto ditambah. Pak Harto masih sadar, tapi sering mengantuk.

- Tim dokter menyatakan kondisi Pak Harto belum membaik. Namun, dari sejumlah koleganya, Pak Harto dinyatakan kritis dan ditangani 40 dokter. Seiring kritisnya Pak Harto, Presiden SBY dan Wapres Jusuf Kalla menyempatkan diri menjenguknya. Seusai menjenguk, SBY menyatakan Pak Harto kritis dan meminta masyarakat berdoa.

- Hingga pukul 17.00 WIB, Pak Harto masih dinyatakan kritis. Sejumlah alat dipasang di tubuh Pak Harto. Pak Harto juga menjalani transfusi darah. Hingga malam hari, penjenguk Pak Harto terus bertambah, terutama dari kerabat dan kroninya di zaman Orde Baru.

- Menjelang dini hari, ada kabar Pak Harto mengalami koma, bahkan ada isu Pak Harto meninggal. Sejumlah mantan pejabat memastikan Pak Harto masih hidup. Namun, setelah dokter melakukan penanganan, Pak Harto membaik dan sudah melewati masa kritis.

 

Minggu, 6 Januari 2008

- Kondisi Pak Harto dinyatakan membaik, seiring dipasangnya banyak alat bantu. Ginjal Pak Harto juga dinyatakan telah berfungsi kembali dan Pak Harto bisa buang air kecil. Bahkan, pada malam hari, Pak Harto sudah bisa memakan bubur.

Senin, 7 Januari 2008

- Pak Harto makin terus membaik. Meski kondisinya lemah, namun nafsu makan membaik. Bahkan, Pak Harto juga sudah bisa bicara terbata-bata. Semua alat masih terpasang di tubuh Pak Harto. Alat untuk memeriksa jantung disiagakan.

Selasa, 8 Januari 2008

- Pukul 10.00 WIB, tim dokter mengabarkan bahwa kondisi Pak Harto menurun. Namun, dokter membantah bahwa Pak Harto koma. Menurut dokter, Pak Harto tetap sadar. Pak Harto juga masih bisa melakukan komunikasi, namun lemah.

- Pak Harto diperiksa di ruang nuklir untuk mengetahui pergerakan otot jantung. Saat itulah, wajah Pak Harto bisa terlihat publik untuk pertama kalinya sejak masuk RSPP 4 Januari 2008. Hingga malam hari, kondisi Pak Harto masih belum menunjukkan perkembangan berarti.

Rabu, 9 Januari 2008

- Pada pagi hari, Pak Harto dinyatakan membaik dibanding hari kemarin. Namun, Pak Harto sempat mengalami pendarahan di feses dan urin, akibat pemasangan banyak alat di tubuh Pak Harto.

- Namun, sore hari sempat muncul isu Pak Harto wafat. Namun, tim dokter langsung membantahnya. Pukul 18.00 WIB, tim dokter memastikan Pak Harto sadar penuh, meski lemah.  Pukul 23.00 WIB, Pak Harto dinyatakan stabil setelah mendapat transfusi darah.

Kamis, 10 Januari 2008

- Kesehatan Pak Harto terus membaik. Namun, mantan Presiden itu mengalami sesak nafas. Namun, hal itu bisa diatasi. Pak Harto diinformasikan bisa makan dan berkomunikasi. Pak Harto juga sempat bertanya tanya arah kiblat karena akan salat. Malam hari, Pak Harto bisa tidur nyenyak.

Jumat, 11 Januari 2008

- Tim dokter mengabarkan kondisi Pak Harto labil. Paru-paru mengalami infeksi. Sesak nafas Pak Harto masih berlangsung, karena banyaknya cairan di paru-parunya.

- pukul 17.00 WIB, kondisi menurun sangat gawat. Ada kabar bahwa Pak Harto mengalami koma, sehingga tim dokter menggelar jumpa pers mendadak. Semua anak dan cucu Pak Harto sudah berkumpul di lantai 5 RSPP. Semua alat bantuan medis dilepas. 

- Pukul 20.00 WIB, tim dokter menggelar jumpa pers. Dokter memastikan Pak Harto sangat gawat, kesadaran menurun, pernafasan memburuk. Namun, dokter telah berusaha menanganinya dengan memberikan obat-obatan. Semua alat bantu dipasang kembali di tubuh Pak Harto. Saat itu pula, Wapres JK dan Mensesneg Hatta Rajasa menengok Pak Harto. Sejumlah kroni Pak Harto juga datang.

- Karena sangat kritis, Pak Harto ditidurkan oleh tim dokter. Hingga pukul 21.00 WIB, kondisi Pak Harto masih satu tingkat lebih ringan di bawah koma. Pengamanan di RSPP dan Cendana diperketat oleh polisi. Keluarga menangis dan surat Yasin dikumandangkan di RSPP.

- Sempat ada kontroversi, sebenarnya Pak Harto sempat berhenti bernafas. Namun, karena tim dokter memasangi ventilator, maka Pak Harto masih bernafas lagi. Keluarga Pak Harto menyatakan sudah ikhlas bila Pak Harto berpulang.

Sabtu, 12 Januari

- pukul 01.00 WIB dinihari, Pak Harto masih belum melewati masa kritis. Semua alat bantu dan ventilator masih terpasang di tubuh Pak Harto.

- Kritisnya Pak Harto membuat polisi bersiap. Bahkan, di Solo, polisi dan TNI sudah disiagakan. Persiapan untuk proses pemakaman bila Pak Harto wafat juga sudah dikoordinasikan. Hingga pukul 08.00 WIB, kondisi Pak Harto masih kritis.

- Pukul 09.00 WIB, dokter mengabarkan Pak Harto membaik. Pak Harto bisa bangun dan sadar. Pukul 10.00 WIB, dokter dalam jumpa pers menguatkan bahwa Pak Harto semakin membaik, meski masih alami pendarahan di lambung. Bersamaan dengan itu, Presiden SBY tiba di Jakarta dari melawat Malaysia dan langsung mendapat laporan dari tim dokter kepresidenan.

- Siang hingga malam hari, kondisi Pak Harto semakin membaik. Persiapan-persiapan di Solo mengenai pemakaman juga dibubarkan. Dua panser TNI yang sebelumnya disiagakan di Astana Giribangun juga ditarik kembali. ID card wartawan untuk pemakaman juga ditarik. Penjagaan di Cendana juga mulai dikurangi.

 

Minggu, 13 Januari

- Sekitar pukul 13.00 WIB, tim dokter mengabarkan lagi bahwa Pak Harto sangat kritis. Kondisi Pak Harto lebih buruk dibanding Jumat lalu. Peluang Pak Harto untuk hidup 50:50 dan pihak keluarga sudah ikhlas bila Pak Harto berpulang. Semua alat masih dipasang di tubuh Pak Harto.

- Dokter melakukan transfusi darah lagi, sementara kerabat dan banyak pihak yang kembali menjenguk Pak Harto. Pengamanan di Cendana kembali diperketat. Bahkan, Cendana disterilkan. Pengamanan RSPP juga diperketat. Lima pesawat TNI AU juga sudah disiagakan bila Pak Harto mengalami kondisi terburuk.

- Pukul 19.00 WIB, tim dokter lagi-lagi mengabarkan kondisi Pak Harto membaik, namun masih kritis. Dokter terus menangani Pak Harto. Semua anak dan cucu Pak Harto juga masih berkumpul.

- Pukul 23.00 WIB, tim dokter mengabarkan kondisi Pak Harto semakin membaik dan lebih baik dibanding pagi tadi. Namun, Pak Harto masih tetap kritis, meski kondisi gawat sudah lewat. Tim dokter terus berupaya mengeluarkan cairan dari tubuh Pak Harto. (Detik)

Post a Comment