Ejakulasi Dini Bukan Hanya Masalah Pria
By admin on Jan 15, 2008 in INDONESIA BELAJAR- Kerjasama Mitra 97FM - ISTECS
|
|
Kita mungkin sudah akrab dengan istilah ejakulasi, yakni pemancaran air mani (sperma) dari kemaluan pria, atau penis. Namun, apakah Anda pernah mendengar istilah ejakulasi dini? Bagi sebagian pria (mungkin juga wanita), istilah ejakulasi dini sudah tidak asing lagi, mengingat jumlah penderita gangguan ini cukup banyak. Dalam suatu penelitian di Amerika ditemukan lebih dari 30% pria dewasa menderita gangguan ini. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ejakulasi dini?
Belum ada kata sepakat dari para ahli di bidang ini mengenai pengertian ejakulasi dini. Tetapi para ahli yang tergabung dalam International Society for Sexual Medicine (ISSM) mencoba memaknai ejakulasi dini sebagai gangguan seksual pria yang ditandai dengan ejakulasi yang selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau kurang dari satu menit setelah penetrasi vagina (penis berada dalam vagina); dan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada semua atau hampir semua penetrasi vagina dan disertai gangguan antar-perseorangan seperti tekanan jiwa, merasa terganggu, perasaan kecewa, dan/atau menghindarkan diri dari sanggama. ISSM adalah lembaga yang didirikan tahun pada 1982 dengan tujuan menggalakkan penelitian dan pertukaran pengetahuan di kalangan ilmuwan internasional seputar kelainan klinis “lemah syahwat”.
Mengenai batasan waktu satu menit ini sampai saat ini masih terjadi perdebatan. Jenis ejakulasi dini ada dua: 1). seumur hidup; 2). didapat. Ejakulasi dini dapat berdampak pada kepuasan sanggama secara umum dan dapat mengakibatkan pasangan menghindari untuk bersanggama yang pada akhirnya menyebabkan gangguan hubungan antara suami dan istri.
Nah, bila hubungan antar-perseorangan antara suami dan istri sudah terganggu, akan berakibat buruk terhadap keutuhan rumah tangga. Jadi ejakulasi dini ini, gangguan berada di pihak pria, tetapi dapat menyebabkan derita pada wanita, bahkan seluruh anggota keluarga pada akhirnya.
Namun perlu diingat bahwa penelitian ini dilakukan di negara-negara Eropa dan Amerika. Sampai saat ini penelitian dampak ejakulasi dini terhadap keutuhan rumah tangga di Indonesia belum pernah dilakukan. Pengkajian ini penting dilakukan karena masing-masing negara memiliki tanggapan yang berbeda-beda tentang arti penting sanggama dalam kehidupan berumah tangga.
Penyebab ejakulasi dini dibagi menjadi dua: 1). Psikogenik (kegelisahan, awal pengalaman berhubungan seks, tingkat keseringan bersanggama, teknik pengendalian ejakulasi, teori psikodinamik) dan 2). Biologis (penis terlalu peka, reflek hiper-eksitasi ejakulasi, rangsangan seksual yang berlebihan, kelainan endokrin, genetik dan gangguan reseptor serotonin).
Terapi untuk jenis seumur hidup, lini pertama adalah obat-obatan, lini keduanya adalah terapi perilaku, konseling atau kombinasi. Untuk jenis didapat, lini pertama adalah terapi perilaku, konseling sedangkan untuk lini keduanya adalah obat-obatan.
Masalahnya adalah belum adanya obat yang disetujui oleh lembaga FDA (Food Drug Administration) untuk indikasi ejakulasi dini. Terapi perilaku yang dikenal di antaranya adalah “metoda stop–start” atau “Squeeze Technique”. Beberapa ahli juga menganjurkan terapi bedah. Tapi semua terapi itu masih belum memuaskan. (Ponco Birowo & tim ISTECS on Air - 2008)
Kepustakaan
1. Montague DK et al. AUA guideline on the pharmacologic management of premature ejaculation. J Urol. 2004 Jul;172(1):290-4.
2. ISSM. ISSM definition of premature ejaculation. News Bulletin International Society for Sexual Medicine 2007;24: 6.
3. Byers ES, Grenier G. Premature or rapid ejaculation: heterosexual couples’ perceptions of men’s ejaculatory behavior. Arch Sex Behav. 2003 Jun;32(3):261-70.
4. McMahon CG et al. Disorders of orgasm and ejaculation in men. J Sex Med. 2004 Jul;1(1):58-65.
5. Sharlip ID. Guidelines for the diagnosis and management of premature ejaculation. J Sex Med. 2006 Sep;3 Suppl 4:309-17.
Nara sumber:
Ponco Birowo
Medizinische Hochschule Hannover, Hannover Germany
Staf Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia / Rumah Sakit Citpo Mangunkusumo



Post a Comment