Anak-anak Jakarta Rentan Menderita IQ Rendah
By admin on Jan 27, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Koordinator LSM Kampanye Udara Bersih (Clean Air Campaign) Indonesian Lead Information Center Ahmad Safrudin menyatakan hampir 100% kawasan Jakarta memiliki tingkat pencemaran partikel debu sangat tinggi dengan indeks antara 200-300. Jika kualitas gizi nutrisinya tidak terpenuhi, maka anak-anak di Jakarta tidak hanya terancam gangguan pernafasan namun juga kualitas Iq nya rendah. “Sebaiknya hindari mengajak anak-anak jalan-jalan ke Jakarta pusat, terutama di kawasan segitiga emas. Sebab kualitas udaranya sangat parah, kurangilah mobilitas anak-anak ke kawasan-kawasan tersebut. Paling tidak gunakanlah masker untuk mengurangi risiko menghirup udara kotor,” ujarnya.
Kondisi kualitas udara yang buruk mengakibatkan anak-anak di Jakarta rentang terkena asma dan memiliki Iq rendah (jongkok).
Memang kadar pencemaran udara di Jakarta tergolong tinggi, misalnya paparan karbon monoksida (CO) dalam tataran tinggi dan akan mendominasi kawasan dengan jalan-jalan protokol terutama pusat-pusat bisnis dan kawasan segitiga emas Jakarta.
Kemudian paparan hydrokarbon (HC) dalam bentuk polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH) dan benzene, yaitu zat pemicu kanker, dalam tataran tinggi dan sangat tinggi. Bahkan untuk priyeksi 2008 mendatang, konsentrasi hydroksipirena (biomarker PAH) pd warga Jakarta rata-rata 8,62 mg/g kreatinin atau hampir 30 kali lipat dari nilai referensi yang diperbolehkan (0,3 mg/g kreatinin), dan instrument pencemaran lainnya.
Ini masih ditambah partikel debu yang melayang dan mencamari hampir 100% wilayah Jakarta. Apalagi dalam debu itu ikut juga mercury atau logam berat lainnya, maka akan semakin memperparah kesehatan warga Jakarta. Dia merekomendasikan kepada seluruh warga Jakarta untuk tetap menggunakan masker dan mengonsumsi nutrisi yang cukup, terutama bagi anak-anak. Sebab jika tidak berbagai macam penyakit akan mengancam.
“Secara jangka pendek, pencemaran udara akan memberikan dampak penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), kemudian asma, namun secara jangka panjang kanker paru-paru,” ungkapnya.
Senada diungkapkan oleh Kasubbid Pengendalian Pencemaran Udara Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta, Rina Suryani. Menurutnya dampak kesehatan dari pencemaran udara sangatlah fatal. Yakni gejala pusing-pusing mual, ISPA, asma, tekanan darah tinggi, hingga penyakit dalam seperti gangguan fungsi ginjal, kerusakan sistem syaraf, penurunan kemampuan intelektual pada anak-anak, kebrutalan remaja, keguguran, impotensi, jantung koroner, hingga kematian dini.
“Penanggulangan pencemaran udara ini penerapan pengujian dan perawatan kendaraan bermotor, pemanfaatan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, kawasan dilarang merokok, dan lain-lain,” paparnya. (okezone)


Post a Comment