10.000 Rumah Terendam Banjir di Pasuruan

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Pasuruan membawa korban sekitar tiga orang warga Pasuruan tewas, sementara 10.000 rumah terendam.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan (Depkes) Rustam S Pakaya kepada para wartawan Kamis 31 januari kemarin.

Menurut Rustam, mereka yang tewas, satu orang kesetrum, satu orang terjebak banjir dan satu lagi meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit di Malang.

Menurut Rustam, orang yang dilarikan ke RS itu meninggal karena kedinginan. Karena hujan jatuh di Pasuruan sejak Rabu 30 Januri sore dan banjir pada malam harinya.

Menurut Rustam, banjir di Pasuruan, juga menenggelamkan lebih dari 10.000 rumah di 30 desa yang tersebar di 13 kecamatan.

Akibat banjir, sebanyak 45 rumah roboh. Bahkan tadi malam, banjir mencapai 2,5 meter.

Akibat banjir, jadwal pengoperasian sejumlah kereta api (KA) yang melintasi wilayah Pasuruan terpaksa dibatalka. Sebab rel di Kraton, Pasuruan, terendam air cukup tinggi.

Sementara itu, Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Kabupaten Pasuruan memperkirakan angka kerugian sementara akibat banjir mencapai Rp 5,8 miliar.

Angka tersebut merupakan akumulasi kerugian untuk kerusakan jembatan, talud sungai, bangunan fasilitas umum, gedung perkantoran negeri dan swasta, tempat ibadah, dan rumah warga. Ini belum termasuk lahan pertanian penduduk. [caklis]

Post a Comment