1.000 TKW Dipenjara di Riyadh, 300 Bawa Anak
By admin on Feb 3, 2008 in MITRA UP DATE- Berita Terkini Mitra 97FM
Isi penjara di Arab Saudi ternyata penuh sesak oleh para Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indonesia. Sebanyak 1.000 TKW berjejalan dalam bui. Bahkan, 300 orang dari mereka membawa anaknya dan melahirkan dalam penjara.
“Kami juga tidak habis pikir kenapa pemerintah Indonesia tidak tahu hal ini, seakan-akan membiarkan nasib TKW sengsara di negeri orang,” ujar Weni binti Aceng (32), di Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/2/2008).
Weni merupakan korban pemerkosaan yang menyebabkan dirinya hamil dan melahirkan anak. Weni adalah TKW yang diperkosa majikannya yang bernama Saef Manfuah di Riyadh, Arab Saudi.
Dipenjara utama Riyadh tersebut, menurut pengakuannya, ada lebih dari 1.000 orang TKW yang menghuni penjara dengan berbagai kesalahan yang beragam. Bahkan, sekitar 300 orang TKW membawa anak dan melahirkan sewaktu ada di penjara. Dia juga mengaku, sewaktu melahirkan anaknya yang bernama Rian Muhammad Saef yang berusia tujuh bulan, dia masih menjadi tahanan.
Setelah melahirkan di rumah sakit terdekat, Weni mengaku langsung menghuni lagi penjara dengan bayinya yang baru berusia beberapa hari saja.
Weni mengatakan, setiap malam Kamis dan Jumat, sering ada razia pihak kepolisian setempat terhadap para TKW yang ada di Riyadh. Hampir semua TKW, baik yang membawa dokumen lengkap atau tidak, ditangkap dan dimasukkan penjara. Makanya, hampir setiap minggu penjara selalu penuh dihuni TKW.
Dia mengaku, bahkan dirinya dan hampir semua TKW mendapat hukuman cambuk di bagian punggung setiap hari dengan jumlah yang beragam. “Mereka (TKW) yang bersalah mungkin bisa menerima hukuman ini. Tapi yang tidak jelas kesalahannya apa, mereka di sini hanya bisa menangis saja,” jelasnya.
Untuk itu, Weni berharap, pemerintah bisa melakukan pembelaan terhadap teman-temannya yang bernasib nahas, terutama di Riyadh, Arab Saudi. Dia juga meminta pemerintah mendesak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh agar lebih terbuka dan peduli dengan nasib para TKW di Arab Saudi. “Karena selama ini kesannya kami dibiarkan menanggung semuanya sendiri, baik susah ataupun senang di tempat kami bekerja,” tandasnya. (OZ)



Post a Comment