Hadapi Eksekusi Mati, Nasib TKW Karsih Misterius

Tenaga kerja wanita (TKW) bernama Weni binti Aceng (32) yang diperkosa hingga hamil dan melahirkan anak mengaku mendengar kabar Karsih binti Ocim (33) di Riyadh. Karsih adalah TKW Karawang yang akan dieksekusi mati dan nasibnya masih misterius.

“Kabar tersebut memang sudah santer di dalam penjara. Kita (para TKW) yang ada dipenjara memang tidak tahu nama TKW itu. Tapi hingga saya keluar penjara pada Jumat (25/1) lalu, TKW itu belum masuk juga,” jelas Weni di kediamannya, Desa Mekarjaya, Rawamerta, Karawang, Jawa Barat, Sabtu (2/2/2008).

Weni merupakan TKW yang diperkosa majikannya yang bernama Saef Manfuah di Riyadh, Arab Saudi. Weni mengungkapkan, sewaktu dirinya dipenjara sejak Maret 2007 hingga Januari 2008, dirinya sempat mendengar kabar ada seorang TKW yang akan masuk lagi ke penjara dan terancam hukuman pancung. Weni menjelaskan, TKW tersebut dituduh telah meracuni anak majikannya dalam semangkuk mi instan hingga meninggal.

Kabid Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Karawang Adilhati Kosyungan mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan KBRI. PT Hosana Adi Kreasi yang memberangkatkan Karsih dan BNP2TKI agar bisa bersama-sama mencari kabar Karsih lebih lanjut.

Informasi dari Weni sendiri, akan disampaikannya kepada KBRI melalui Kepala Disnaker Arsintan agar menjadi referensi mereka dalam mengungkap nasib dan keberadaan Karsih saat ini. “Kita tetap upayakan semuanya. Pekan depan kita akan jajaki lagi komunikasi intensif bersama semua pihak mengenai kabar Karsih ini,? pungkasnya.

Ibu Karsih, Acah bin Satim (52) mengungkapkan, dia bersama keluarga saat ini masih tetap cemas dengan nasib anaknya yang belum juga jelas hingga kemarin. Dia berharap, pihak terkait tetap serius mengurusi nasib anaknya hingga ada kejelasan. Bahkan, dia meminta agar semua pihak terkait juga segera memulangkan anaknya jika sudah diketahui nasibnya. “Kami tetap menunggu dan berdoa. Agar Karsih bisa kembali bersama kami dalam keadaan selamat,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Karsih adalah (TKW) asal Dusun Pangaritan, Wagirserut RT 10/05 Desa Pagadungan, Tempuran, Karawang yang mengabarkan diri pada Senin (7/1) kepada keluarganya, dia akan dipancung pada Jumat (11/1). Dia dituduh meracuni anak majikannya dan saat itu tengah ditahan pihak Kepolisian setempat. Namun, berdasarkan kabar KBRI di Riyadh, tidak ada TKI/WNI di Riyadh yang bernama Karsih tengah tersandung masalah hukum. (OZ)

Post a Comment