Turki Cabut Larangan Berjilbab

Parlemen Turki menyetujui penggunaan jilbab di kampus. Keputusan itu dicapai melalui pemilihan suara dengan hasil sebanyak 397 anggota setuju, 113 lainnya menolak.

Persetujuan itu dicapai hari ini WIB, Jumat (8/2/2008). Pengesahan amandemen itu akan dilakukan pada Sabtu 9 Februari esok.

Larangan berjilbab di kampus itu mulai berlaku setelah pihak militer sekuler menggulingkan pemerintah islami pada 1997. Sejak itu ribuan perempuan Turki enggan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Bagi sebagian perempuan Turki, larangan itu tidak adil.

Larangan tersebut mulai direvisi setelah ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Recep Tayyip Erdogan dilantik sebagai perdana menteri pada pertengahan tahun lalu.

Post a Comment