Relawan Hidayatullah Belum Ditemukan

Seorang relawan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Surabaya, bernama Firmansyah (17), Minggu (17/2/2008) sekitar pukul 14.30 WIB, hilang terseret derasnya arus Sungai Sampean di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Jatim.

Korban yang tercatat sebagai siswa kelas 2 SMA Lukman Hakim Sukolilo, Surabaya, ini terseret arus sungai setelah terpelesat ketika sedang mencuci dan mandi bersama puluhan rekan relawan lainnya. Hingga pukul 18.00 WIB, puluhan petugas Polres Situbondo bersama sejumlah relawan BMH tengah melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai setempat.

“Sejak anggota relawan dari BMH Surabaya dilaporkan hilang, puluhan petugas langsung kami perintahkan untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Kami juga mengerahkan Tim SAR untuk melakukan pencarian juga dibantu tim SAR lain,” kata Kabag Oprasional (Kabag Ops) Polres Situbondo Kompol Sugianto SH kepada wartawan.

Dari penuturan rekan-rekan korban, Firmansyah sebelum terpeleset dan terseret arus sungai, saat itu tengah mandi serta mencuci di bantaran sungai yang berada di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo.

“Pada saat korban terpeleset, saya langsung menarik tubuh korban, namun, karena arus sungai pada saat itu cukup deras, saya tidak dapat menolong tubuh korban, hingga akhirnya korban hilang tenggelam terseret arus,” kata M Rizal (14), salah seorang teman korban.

Sebanyak 35 orang relawan dari BMH Surabaya, datang ke Situbondo untuk melakukan bakti sosial pada, Jumat (16/2/2008) kemarin. Mereka terdiri dari para siswa sekolah swasta di Surabaya, termasuk SMP dan SMA Lukman Hakim serta mahasiswa di Surabaya. Para relawan BMH itu langsung bergabung dengan para relawan dari Ponpes Al-Amin Situbondo.

“Sebelum kejadian, korban bersama anggota relawan BMH yang lain membersihkan SDN 9 Patokan yang tertimbun lumpur serta ikut membagi-bagikan buku tulis kepada siswa korban bencana banjir bandang,” aku Suryanto (42), koordinator relawan BMH Surabaya.

Post a Comment