Ditemukan, Firmansyah dikebumikan di makam Pesantren

Setelah melakukan proses pencarian selama dua hari, warga dan petugas akhirnya menemukan jenazah Firmansyah (17), pada hari Selasa (19/2/08). Firmansyah  dimakamkan di makam komplek Pesantren Bahauddin, pesantren di kampungnya, Sepanjang Sidoarjo Jatim.

Jenazah Firmansyah ditemukan satu kilometer dari tempat terseretnya pada hari Selasa pukul 06.15 oleh beberapa warga yang memang selama dua hari membantu proses pencarian korban.

Sebelumnya pencarian yang melibatkan Polres Situbondo, SAR Hidayatullah, penyelam dari club diving dilakukan hingga  ke muara sungai bahkan menyisir ke sepanjang pantai Situbondo. Ternyata jenazah almarhum ditemukan tidak jauh dari tempat hanyut.  “Ditemukan tidak jauh dari tempat hanyut diduga karena almarhum tersangkut di sela-sela batu atau akar pohon yang ada di sepanjang sungai,” tutur H. Ahmad Suyanto, kordinator SAR Hidayatullah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Firmansyah salah seorang siswa yang bergabung dengan para relawan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Surabaya, melakukan kegiatan aksi sosial di kawasan bencana Situbondo Minggu (17/2/2008).  Sekitar pukul 14.30 WIB, korban hilang terseret derasnya arus Sungai Sampean di Kelurahan Patokan, Kecamatan Situbondo, Jatim.

Firmansyah adalah siswa kelas 2 SMA Lukman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya  ini terseret arus sungai setelah terpelesat ketika sedang mencuci dan mandi bersama puluhan rekan relawan lainnya. Puluhan petugas Polres Situbondo bersama sejumlah relawan BMH melakukan pencarian dan penyisiran di sepanjang aliran sungai setempat.

“Sejak anggota relawan dari BMH Surabaya dilaporkan hilang, puluhan petugas langsung kami perintahkan untuk melakukan pencarian di sepanjang aliran sungai. Kami juga mengerahkan Tim SAR untuk melakukan pencarian juga dibantu tim SAR lain,” kata Kabag Oprasional (Kabag Ops) Polres Situbondo Kompol Sugianto SH kepada wartawan.

Dari penuturan rekan-rekan korban, Firmansyah sebelum terpeleset dan terseret arus sungai, saat itu tengah mandi serta mencuci di bantaran sungai yang berada di depan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Situbondo.

“Pada saat korban terpeleset, saya langsung menarik tubuh korban, namun, karena arus sungai pada saat itu cukup deras, saya tidak dapat menolong tubuh korban, hingga akhirnya korban hilang tenggelam terseret arus,” kata M Rizal (14), salah seorang teman korban.

Firmansyah adalah salah satu dari seratusan siswa dari berbagai daerah yang tergabung dengan relawan dari BMH Surabaya, datang ke Situbondo untuk melakukan bakti sosial pada, Jumat (16/2/2008) lalu. Mereka terdiri dari para siswa sekolah swasta di Surabaya, termasuk SMP dan SMA Lukman Hakim serta mahasiswa di Surabaya. Selanjutnya mereka bergabung dengan para relawan dari Ponpes Al-Amin Situbondo. (Har)

Post a Comment