Gempa Susulan Diperkirakan Tidak Akan Lebih Kuat

Gempa Tektonik yang menerjang wilayah Aceh, Medan dan sekitarnya  diduga akibat pergeseran lempengan tektonik Indonesia Australia dan Euro Asia, yang menimbulkan terjadinya patahan lempengan sehingga terjadi gempa.
“Dari pantauan yang didapat monitor BMG, pergeseran terjadi antar lempeng dan berakhir pada patahan akhir dan goncangan gempa yang cukup kuat pada skla 7,6 skala ritcher,” jelas Kepala Pengamatan BMG Aceh Tanan, saat dihubungi, Rabu (20/2/2008).

Gempa yang berpusat di 42 kilometer Barat Daya Sinabang NAD itu terjadi sebanyak tiga kali.

“Gempa susulan sebanyak tiga kali, untuk yang pertama, terjadi sekitar jam 15.08 WIB, yang kedua kali sekitar jam 15.28 WIB dan yang terakhir sekitar jam 16.05 WIB,” ujar Tanan.  

Menurutnya berdasarkan perkiraan BMG, jika kembali terjadi gempa,  gempa susulan itu tidak terlalu kuat dibandingkan gempa sore tadi. (fit)

Post a Comment